
MAGELANG, suaramerdeka.com – Hingga awal Februari, harga kebutuhan pokok (sembako) khususnya beras masih mahal. Bahkan, mengalami kenaikan Rp 200-Rp 300/kg dibanding akhir bulan lalu lantaran hingga saat ini belum panen raya.
Wawan, pedagang sembako di Pasar Gotong Royong mengatakan, sejak awal hingga akhir Januari lalu harga beras stabil tinggi. Selama itu, harga beras di angka Rp 8000 per kilogram. Lalu di awal bulan ini naik sedikit menjadi Rp 8.200/kg.
"Harga itu merupakan beras standar IR 64 kualitas tiga, sedangkan kualitas dua sekitar Rp 8.500/kg dan kualitas satu Rp 8.600/kg. Untuk yang Rp 8.600/kg berasal dari daerah Bandongan Magelang, sedangkan Rp 8.500/kg berasal dari Delanggu," ujarnya di kiosnya, Kamis (2/2).
Untuk beras yang lebih mahal lagi adalah mentik wangi yang harganya Rp 8.700-Rp 8.800/kg. Angka ini termasuk paling mahal dengan kualitas terbaik. Namun, sudah beberapa minggu ini stok mentik wangi kosong karena tidak ada suplai. "Jadi, kalau daerah lain harga beras hingga Rp 9000/kg, di Magelang belum sampai. Selain karena stok masih cukup, juga karena beras lokal dari Bandongan sedikit demi sedikit mulai panen sehingga menambah stok," paparnya.
Meski harga mahal, kata Wawan daya beli masyarakat masih normal. Dalam sehari, ia menjual 1-2 kwintal atau 1-2 ton per minggu. "Terjaganya harga ini juga karena distribusi Raskin yang lancar, sehingga dapat membantu masyarakat tidak mampu untuk membeli beras," katanya.
Hal senada disampaikan Nadziro (53), pedagang lain di pasar yang sama bahwa harga beras sedang mahal-mahalnya. Beras jenis IR 64 Rp 8.500-Rp 8.600/kg dan untuk jenis mentik wangi sudah mencapai Rp 9000/kg.
Untuk bahan pokok lainnya, kata Nadziro tidak semuanya naik. Untuk gula pasir mengalami kenaikan sebanyak Rp 500/kg dari Rp. 9.500/kg menjadi Rp 10.000/kg. Begitu juga dengan tepung terigu yang naik dari Rp 103.000/karung (isi 25 kg) menjadi Rp 112.000/karung.
( Asef Amani / CN27 / JBSM )