
BOYOLALI, suaramerdeka.com - Aksi perampokan menimpa Koperasi Pedagang Pasar (KPP) Makmur Abadi, Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kamis (2/2) dini hari. Pelaku membawa kabur uang Rp 17 juta lebih setelah menyekap penjaga malam.
Kejadian perampokan tersebut berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Dua pelaku masuk dengan merusak gembok pintu gerbang, kemudian mencongkel pintu ruangan. Pelaku melumpuhkan penjaga malam Sunarto dan mengikatnya dengan tali. Mulut Sunarto juga dilakban agar tidak berteriak dan kemudian menyekapnya dalam ruangan.
Setelah berhasil melumpuhkan penjaga malam, pelaku mengobrak-abrik ruangan dalam kantor tersebut. Pelaku hendak membongkar brankas besi yang ada di dalam kantor, namun gagal. Posisi brankas hanya bergeser dari tempat semula. Pelaku juga mengobrak-abrik laci meja dan seluruh almari.
Di dalam salah satu almari, pelaku membongkar kotak kayu dan mengambil uang di dalamnya senilai Rp 16.850.000. Pelaku juga merampas kabur gaji Sunarto sebesar Rp 1 juta lebih dan STNK motor.
Kedua pelaku tidak tahu kalau aksinya diketahui yakni Marwiyah (43). Warga Desa Candigatak, Kecamatan Cepogo yang bekerja sebagai tukang masak di koperasi itu tak berani keluar kamar karena ketakutan. Dia hanya mengintip melalui lubang kamar. Dirinya baru tersadar setelah pintunya diketuk Sunarto yang bisa membebaskan diri dari sekapan.
"Saat itu pelaku sudah pergi, Pak Narto lalu melapor ke Mapolsek Banyudono," ujar Marwiyah.
Polisi yang mendapat laporan kemudian bergegas melakukan penyelidikan. Dalam pemeriksaan, petugas mendapati pintu masuk ruangan terdapat tanda bekas dicongkel. Selain mengamankan kotak kayu yang dibuka paksa pelaku, polisi juga memeriksa sidik jari milik pelaku. Polisi juga meminta keterangan saksi Marwiyah dan Sunarto.
( Joko Murdowo / CN27 / JBSM )