
BLORA, suaramerdeka.com - Kualitas pengerjaan sejumlah proyek jalan usaha tani dan jalan produksi dinilai tidak amat jelek. Penilaian itu dikemukakan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dipertanbunnakikan) Blora, Sutikno Slamet.
Penilaian tersebut untuk menanggapi sejumlah persoalan yang dikemukakan masyarakat terkait pengerjaan kedua proyek tersebut. "Memang kualitasnya kurang baik namun tidak amat jelek," ujarnya Kamis (2/2).
Dia menjelaskan di tahun 2011 ada sembilan lokasi pengerjaan proyek jalan produksi dengan dana yang dianggarkan sebesar Rp 1,3 miliar dan 15 kegiatan jalan usaha pertanian dengan anggaran Rp 1,6 miliar. Menurut Sutikno Slamet kedua jenis jalan itu rata-rata dikerjakan di pelosok desa.
Jalan produksi berguna sebagai akses bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian warga ke jalan umum. Karena itu jalan yang dibangun cukup luas, yakni mencapai lebar sekitar tiga meter. Sementara jalan usaha tani diperuntukkan bagi mobilitas sejumlah peralatan yang dibutuhkan petani saat menggarap sawah, misalnya handtractor.
Dengan lebar sekitar dua meter, kedua jenis jalan itu rata-rata membelah kawasan pertanian. Sutikno Slamet mengemukakan untuk meningkatkan kualitas pengerjaan proyek di masa-masa yang akan datang pihaknya mengusulkan dilakukan pembekalan bagi para kontraktor dan konsultan.
Karena berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, para kontraktor dan konsultan itu tidak sepenuhnya paham jenis dan spesifikasi proyek jalan pertanian yang tengah digarap.
"Kami usulkan pembekalan terlebih dahulu. Pembekalan itu bisa dilakukan organisasi para kontraktor seperti Gapensi maupun oleh dinas dan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Tujuannya agar kualitas ke depan kualitasnya lebih bagus," kata Sutikno Slamet.
( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )