panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Februari 2012 | 09:38 wib
Pengusaha Rembang Kesulitan Produksi Garam Layak Konsumsi


REMBANG, suaramerdeka.com – Pengusaha garam di Kabupaten Rembang kesulitan memproduksi garam standar layak konsumsi, lantaran kesulitan mendapat pasokan yodium (larutan KIO3). Jika pun ada, harga cairan yodium melonjak hingga Rp 600 ribu/kg.

Padahal menurut Pupon, pemilik pabrik pengolahan garam konsumsi UD Apel Merah di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, harga normal yodium sebelumnya hanya Rp 425 ribu/kg. Selama ini pengusaha garam konsumsi di kabupaten itu membeli yodium melalui importir di Surabaya.

Pupon menyebutkan, yodium yang sering digunakan biasanya berasal dari India. “Terakhir kabarnya ada yodium dari Unicef yang mulai masuk, dijual seharga Rp 500 ribu/kg. Tapi sejauh ini kami belum menemukannya di pasaran,” katanya, Kamis (2/2).

Dikatakan, setiap hari pihaknya membutuhkan sedikitnya 2 kg cairan yodium. Cairan sebanyak itu digunakan untuk memproduksi garam konsumsi sebanyak 15 ton per hari. Larutan yodium biasanya disemprotkan ke kristal garam sebelum dicetak menjadi briket garam.

Standar garam layak konsumsi minimal harus mengandung kadar yodium 30 ppm. Pada inspeksi mendadak (sidak) di perusahaan garam tersebut, baru-baru ini, petugas menemukan garam briket dengan kadar yodium antara 28 ppm hingga 45 ppm.

“Beruntung sebelum adanya kelangkaan ini kami masih memiliki simpanan yodium di gudang. Namun jika dalam sebulan ke depan pasokan tidak ditambah, dipastikan produksi garam konsumsi akan terganggu,” jelasnya.

Pupon khawatir kelangkaan yodium ini akan berdampak luas. Tak jarang kelangkaan ini menjadi pemicu beredarnya garam tak layak konsumsi di pasaran. Apalagi pengusaha tak bisa seenaknya menaikan harga garam briket untuk konsumsi yang kini masih stabil di kisaran Rp 1.500/kg.

( Saiful Annas / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 13:40 wib
Dibaca: 20
27 Mei 2012 | 13:20 wib
Dibaca: 157
27 Mei 2012 | 13:05 wib
Dibaca: 83
27 Mei 2012 | 12:54 wib
Dibaca: 169
27 Mei 2012 | 12:39 wib
Dibaca: 111
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER