
KENANG-KENANGAN: Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Bambang Setiaji, memberikan kenang-kenangan pada Konselor Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Jepang, Masaki Tani. (suaramerdeka.com/Hanung Soeke
SOLO, suaramerdeka.com - Sejumlah 31 Universitas di Indonesia mendapat undangan untuk mengirimkan mahasiswanya mengikuti program Jenesys. Program dari Kedutaan Jepang ini bertujuan mempromosikan pertukaran pemuda di Kawasan Asia Timur.
Konselor Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Jepang, Masaki Tani, mengatakan masing-masing universitas mengirimkan maksimal tiga mahasiswa, dan kuota totalnya menjadi 70 mahasiswa. Tiga mahasiswa tersebut memiliki satu kompetensi di bidang science dan teknik, Kompetensi sosial dan kompetensi selain science.
"Ini merupakan program yang baru pertama kalinya diadakan. Diharapkan bisa menambah pengetahuan tentang kebudayaan," kata Masaki saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu (1/2).
Lebih jauh ia mengatakan persyaratan lainnya adalah semua mahasiswa menempuh pendidikan jenjang S1 dan telah menempuh lebih dari tiga semester.
Masing-masing mahasiswa harus bisa berbahasa Inggris, lantaran mereka akan bertemu dengan ratusan mahasiswa lain dari negara-negara Asean, Australia, India, China, Selandia Baru dan Korea Selatan. Meski demikian, pemerintah Jepang juga menyediakan penerjemah dalam Bahasa Jepang-Inggris.
Syarat lainnya adalah masing-masing mahasiswa memiliki kemampuan menulis esai. Setelah perjalanan yang direncanakan berlangsung selama sepekan ini, mereka bersedia mempresentasikan kegiatannya selama di Negeri Sakura ke negeri asal.
Universitas yang akan mengirimkan mahasiswanya, harus mengirimkan nama yang bersangkutan maksimal 5 Maret 2012.
Pengumuman siapa saja yang lolos mengikuti program ini pada 31 Maret. "Semua biaya ditanggung pemerintah Jepang. Tiket Pulang pergi, akomodasi, transportasi selama perjalanan serta perihal konsumsinya," jelasnya.
Beberapa tempat di Jepang yang akan dikunjungi adalah kantor Kementerian Luar Negeri Jepang dan sejumlah universitas ternama. Ditambah mengunjungi lokasi wisata untuk memperoleh pengetahuan mengenai budaya jepang dan teknologinya.
( Hanung Soekendro / CN32 / JBSM )