
KENTANG BUSUK: Salah satu pedagang di Pasar Johar memilih kentang busuk yang akan dibuang, Rabu (1/2). (suaramerdeka.com/Fista Novianti)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Banjir dan intensitas hujan yang melanda kota Semarang belakangan ini membuat distribusi sembako ke sejumlah pasar tradisional tersendat. Barang dagangan pun busuk terendam air sehingga pedagang mengalami kerugian. Imbasnya, harga beberapa komoditas sembako mengalami kenaikan.
Pantauan Suara Merdeka Rabu (1/2) di Pasar Johar, banjir telah surut setelah sebelumnya air masuk menuju pinggir pasar. Jalanan sekitar pasar terlihat masih basah dan becek. Sebagian besar pedagang yang terkena banjir sibuk menata dagangannya yang masih bisa diselamatkan. Sementara dagangan yang busuk mereka kumpulkan dalam satu keranjang dan segera dibuang. Pedagang mulai beraktivitas seperti biasanya setelah kemarin memutuskan untuk libur karena banjir.
"Karena banjir, terpaksa kami rugi. Rugi tenaga dan rugi uang. Hari ini tidak ada pemasukan sama sekali. Belum lagi, barang dagangan saya banyak yang busuk karena terendam banjir," ungkap Suroso (45) salah satu pedagang kentang di Pasar Johar bagian selatan.
Komoditas kentang miliknya sebanyak tiga kuintal harus terendam banjir. Pria yang berjualan sejak tahun 1998 itu mengaku mengalami kerugian sampai Rp 1,2 juta. Distribusi kentang yang ia peroleh dari Tegal agak terhambat. Saat ini, Suroso hanya mempunyai stok dua ton kentang. Pasokan kentang milik Suroso pun semakin menipis.
Omzet yang ia peroleh terus menurun. Jika biasanya terjual sampai tiga ton saat ini hanya dua ton.
Selain kentang, distribusi bawang merah dan bawang putih di Pasar Johar ikut terhambat. Beberapa pedagang bawang mengeluh keterlambatan pengiriman komoditas asal Brebes itu. Mengingat, stok bawang yang mereka miliki mulai berkurang.