
ANCHORAGE, suaramerdeka.com - Pejabat pemantau gunung berapi di Alaska, Amerika Serikat tengah memantau aktivitas Gunung Cleveland yang luncuran abunya mengganggu penerbangan antarbenua.
Alaska Volcano Observatory menyatakan, aktivitas letusan gunung setinggi 5.676 kaki dpl yang yang terletak di Kepulauan Aleutia, barat daya Alaska ini terdeteksi melalui data satelit. "Sebuah kubah lava baru nampak di puncak kawah," lapor badan ini Selasa (31/1).
Tanda-tanda yang dikumpulkan hingga kini belum mengarah pada akan meletusnya gunung ini walau abu terus keluar dari mulut kubah. Meski demikian, peningkatan aktivitas gunung terus dipantau karena diperkirakan letusan gunung akan sangat mempengaruhi perjalanan udara di atasnya.
Steve McNutt, seorang ilmuwan di University of Alaska Fairbanks mengatakan, 90% dari angkutan udara dari Asia ke Eropa dan Amerika Utara, terbang di atas ruang udara Alaska. Melalui ratusan penerbangan per harinya, lebih dari 20.000 penumpang, terbang melintasi Anchorage.
"Jika ada ledakan dan semburan abu dari gunung ini, maka akan menyebabkan pengalihan dan pembatalan penerbangan," kata McNutt.
Pada tahun 2001 lalu, gunung ini meletus sebanyak tiga kali dan menyebabkan awan abu setinggi 12 kilometer. Sementara muntahan abu vulkanik dari gunung berapi Grimsvotn di Islandia tahun lalu memaksa pembatalan ratusan penerbangan di seluruh Eropa.
( CNN , Linda Putri / CN33 )