
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kenaikan harga beras sebesar 3,95 persen memicu Inflasi Jawa Tengah di Januari 2012. Laju inflasi menjadi 0,42 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 127,29, lebih tinggi dari Desember 2011 yang hanya 0,37 persen dengan IHK 126,76.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari mengatakan, inflasi pada Januari 2012 disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,43 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar inflasi adalah beras, minyak goreng curah, telur ayam ras, rokok kretek filter, dan gula pasir.
Selain bahan makanan, inflasi juga disumbang kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,3 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,22 persen, serta kelompok kesehatan 0,25 persen. "Dari enam ibukota provinsi di Pulau Jawa, Semarang menduduki peringkat keempat untuk inflasi. Inflasi tertinggi dialami Bandung sebsar 1,24 persen, disusul SErang 0,94 persen, dan DKI Jakarta 0,48 persen," ujarnya, Rabu (1/2).
Menurut Jam Jam, harga beras IR 64 super / C4 I yang biasa dikonsumsi masyarakat naik 2,61 persen dari rata-rata Rp 8.668 per kilogram pada Desember 2011 menjadi Rp 8.894 per kilogram di Januari 2012. Untuk beras IR 64 I / C4 II naik 3,95 persen dari Rp 8.010 menjadi Rp 8.376 per kilogram.
"Harga beras naik karena stok yang kurang di pasaran akibat belum masuk masa panen raya. Bila panen raya tiba di Februaru-Maret mendatang, harga beras paling-paling turun Rp 200-Rp 300 per kilogram," paparnya.
Harga rata-rata minyak goreng curah naik 13,3 persen dari Rp 9.466 per kilogram di Desember 2011 menjadi Rp 10.726 per kilogram di Januari 2012. Gula pasir kualitas kuning naik 2,55 persen dari Rp 9.428 menjadi Rp 9.669 per kilogram, dan telur ayam ras naik 8,23 persen dari Rp 14.646 menjadi Rp 15.851 per kilogram.
( Fani Ayudea / CN27 / JBSM )