
SEMARANG, suaramerdeka.com - Peraturan baru pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 untuk jalur undangan merugikan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Alasannya, jumlah kuota bagi siswa RSBI untuk mengikuti jalur tersebut berkurang dibandingkan penyelenggaraan SNMPTN tahun sebelumnya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA RSBI Jawa Tengah, Bambang Nianto Mulyo mengatakan, pada SNMPTN 2012 jatah undangan bagi siswa RSBI hanya 50%, padahal sebelumnya pihak kami mendapat kuota 75%. Tentu saja kebijakan tersebut kurang adil karena nilai siswa RSBI yang seharusnya bisa mengikuti jalur tersebut menjadi tidak ada kesempatan.
"Menurut pihak kami, penyelenggaraan SNMPTN 2012 jalur undangan ada sesuatu yang menarik untuk dicermati. Yakni porsi bagi RSBI berkurang dari 75% menjadi 50%, sama halnya dengan sekolah reguler non RSBI. Padahal dalam penjaringan dimungkinkan nilai-nilai siswa RSBI di luar kuota 50% tersebut lebih tinggi, dibandingkan dengan siswa reguler atau non RSBI, akhirnya sayang karena tidak bisa mengikuti jalur undangan," jelasnya yang juga Kepala SMA 1 Semarang ini.
Pada pendaftaran hari pertama SNMPTN jalur undangan, Rabu (1/2), sekolah mulai merangking nilai-nilai siswa yang memiliki kesempatan tersebut. Di SMA 1 Semarang yang merupakan sekolah dengan akreditasi A, dari 320 siswa kelas XII, 160 siswanya berhak mengikuti seleksi jalur undangan. "Perangkingan sudah selesai, kini tinggal disampaikan kepada para siswa apa mereka berminat atau tidak mengikuti proses ini," ungkap Bambang.
( Anggun Puspita / CN33 / JBSM )