
SEMARANG, suaramerdeka.com - Seorang pengepul rosok, Priyatno (43), warga Kalilangse RT 04 RW 05 Gajahmungkur Kota Semarang mengalami luka melepuh di sebagian tubuh, muka dan mata tidak bisa melihat akibat disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal, Rabu (1/2) sekitar pukul 06.45.
Korban disiram air keras berjenis H2SO4 di depan SMK Muhammadiyah 1 di Jalan Indraprasta Semarang saat sedang mengantar putrinya, Ayu Ambarwati (16) ke sekolah. Tidak hanya Priyatno, putri korban juga menderita luka di pipi karena terkena percikan air keras yang disiramkan pelaku.
Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes, Ayu Ambarawati mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika dia diantar ke sekolah oleh ayahnya dengan menggunakan sepeda motor Mio warna merah sekitar pukul 06.20 WIB.
Sesampai di pintu gerbang sekolah, tiba-tiba mereka didatangi dua pria tak dikenal. "Mereka datang mengendari sepeda motor jenis bebek warna hitam tanpa pelat nomor. Keduanya mengenakan helm tertutup rapat," kata siswi SMK Muhammadiyah kelas delapan ini.
Ketika dirinya turun dari motor dan hendak bersalaman mencium tangan ayahnya, salah seorang pelaku yang memboceng langsung menghampiri Priyatno dan kemudian menggoyang-goyangkan stang motor. Setelah itu, pelaku dengan paksa membuka kaca helm Priyatno lalu melemparkan bungkusan plastik berisi cairan ke muka ayahnya.
Lukman Hakim, salah seorang guru di SMK Muhammadiyah 1 yang turut mendampingi melapor menambahkan, setelah melempar cairan ke wajah korban, kedua pelaku langsung kabur. Sedangkan kedua korban segera dilarikan ke RST Wiratamtama untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun karena luka bagian mata korban yang cukup parah dan tidak bisa digunakan untuk melihat, Priyatno kemudian dirujuk ke dokter spesialis mata RS William Booth. "Menurut keterangan dokter, cairan yang disiramkan adalah bahan kimia H2S04," kata guru Bahasa Inggris ini.
( Leonardo Agung / CN33 / JBSM )