
SEMARANG, suaramerdeka.com - Suara mobil ambulance meraung-raung menuju ruang UGD RS Kariadi Semarang, sesampainya di depan ruang tersebut, turun beberapa orang perawat berpakaian lengkap menggunakan masker sebagai pelindung diri, hal ini tak seperti biasanya dilakukan pada pasien biasa di sebuah rumah sakit.
Pasien tersebut ternyata merupakan penderita H5N1 atau dikenal virus flu burung.
Pasien itu kemudian diturunkan dari ambulans dengan diderek dengan menggunakan tempat tidur roda, dipindahkan ke tempat tidur lainnya yang telah disiapkan sebelumnya oleh perawat di depan pintu masuk ruang tersebut.
Suasana di rumah sakit berubah menjadi riuh saat RS Kariadi Semarang menggelar simulasi penanganan pasien flu burung yang digelar RS Kariadi, Selasa (31/1).
Setelah dimasukkan ke IGD, ruangan tersebut diisolasi, agar jangan sampai virus menyebar, sehingga semua perawat dan dokter menggunakan alat perlindungan diri (APD), dan di dalam ruang khusus itu telah dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan, ada dokter yang melakukan pemeriksaan seperti darah, radiologi untuk memfoto ronsen.
ICU juga dilengkapi dengan ruang isolasi, ventileter, CCTV, untuk mengawasi pasien dan perawat.
Direktur pelayanan medik RS Dr Kariadi, Bambang Sudarmanto mengatakan persiapan simulasi tersebut telah dilakukan dan alur penanganan pasien flu burung harus dilakukan sesuai SOP.
Kegiatan ini selain mengecek kembali kesiapan peralatan dan ketrampilan tenaga perawat dan dokter di rumah sakit tersebut juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara pencegahan flu burung.
( Yulianto / CN32 / JBSM )