
BANYUMANIK, suaramerdeka.com - Pernah sarapan sepiring sate seharga Rp 45 juta? Seorang pengusaha sawit, Ir Yusili Herosli (49) mengalaminya, Selasa (31/) pagi. Segepok uang tunai itu disikat seorang pria yang baru dikenalnya, Rahmat (40) ketika makan di sebuah warung sate kambing di dekat SPBU Pudak Payung, Banyumanik, sekitar pukul 10.00 WIB.
Di warung ini ia bertemu Rahmat, orang yang baru dikenalnya dari seorang teman beberapa hari lalu. Pria itu mengaku bisa menggandakan uang. Rahmat mengajak bertemu di warung sate tersebut untuk dikenalkan dengan temannya, Wijaya.
Sebagai syarat penggandaan uang, Yusili pun menyiapkan uang Rp 45 juta yang baru saja diambilnya di salah satu kantor cabang Bank BRI di Kota Semarang. "Uang itu tadinya akan saya berikan pada Wijaya untuk digandakan," katanya saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Selasa (31/1) siang.
Sampai warung sate itu, Yusili hanya ditemui Rahmat. Sedangkan Wijaya bersama seorang pria lain berada di dalam mobil Accord warna putih yang diparkir di depan warung. Setelah bertemu, Yusili meletakkan segepok uang itu dimeja kemudian memesan makanan. Rupanya kelengahan itu dimanfaatkan Rahmat untuk menyikat uang.
"Saat saya memesan makanan, Rahmat mengambil uang lalu berlari ke arah pria yang ternyata sudah bersiap di atas motor Mio. Keduanya kabur dengan cepat," jelas Yusili.
Melihat Rahmat kabur, Yusili mengalihkan perhatian pada Wijaya. Ternyata orang yang dituju juga kabur dengan mobilnya. Yusili sempat mengejar namun akhirnya kehilangan jejak.
( Anton Sudibyo / CN33 / JBSM )