
BREBES, suaramerdeka.com - Sebanyak 16 rumah warga di Dukuh Karangsengon Desa Cinanas Kecamatan Bantarkawung, Brebes, ditinggal mengungsi oleh penghuninya. Hal itu dilakukan karena rumah mereka terancam bahaya tanah longsor.
Kades Cinanas Drs Toat Riyono menyatakan longsor menerjang pedukuhan itu, Senin malam (30/1). Tanah longsor yang dipicu hujan lebat sejak pukul 15.00 sampai pukul 19.00 itu mengakibatkan bagian dapur rumah milik Wono (31) jebol.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu membuat panik warga lain sampai akhirnya mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan.
Menurut Kades, longsor juga terjadi di Dukuh Petinggi, merusak rumah milik Ratno (53) dan Asman (49). Kemudian di Dukuh Kedungnanas, dua rumah warga masing-masing milik Kaswad dan Toat Riyono juga rusak. Sementara tiga rumah lainnya di Dukuh Ciweneng juga terancam longsor.
"Wilayah kami memang masuk zona rawan bencana tanah longsor," terangnya.
Kades menambahkan, Jembatan Cikuya yang menghubungkan desa Cinanas dengan pusat pemerintah kecamatan juga mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. Kerusakan menimpa oprit dan sayap jembatan. Fondasi jembatan juga bergeser sehingga rawan putus.
"Jembatan itu merupakan urat nadi warga menuju pusat pemerintah kecamatan Bantarkawung dan kota Bumiayu. Kalau jembatan itu putus, maka arus transportasi harus memutar melewati Kabupaten Cilacap," kata dia.
Sejauh ini pihaknya masih terus menginventarisir jumlah rumah rusak dansarana infrastruktur lainnya. Kerugian material belum bisa dipastikan, namun saat ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Tim dari PBA Kecamatan dan SAR Brebes juga sudah mengecek langsung ke lokasi bencana.
( Teguh Inpras Tribowo / CN32 / JBSM )