
TERAS LONGSOR: Pelataran rumah sepanjang 20 meter di depan rumah milik Kusrini (49) dan Thomas (50) longsor, Senin (30/1). (suaramerdeka.com/Muhammad Syukron)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Longsor juga terjadi di RT 2 RW 3 Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur. Pelataran rumah sepanjang 20 meter di depan rumah milik Kusrini (49) dan Thomas (50) longsor hingga menutup saluran Lempongsari sedalam 25 meter.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kejadian yang berlangsung pada Senin (30/1) sekitar pukul 20.30 itu membuat dua keluarga tersebut tidak dapat tidur nyenyak. Pasalnya, mereka khawatir, longsor susulan akan terjadi dan mengancam rumah miliknya maupun 50-an rumah milik tetangganya.
"Semalam saya ditemani warga untuk berjaga-jaga. Tebing yang longsor itu longsor secara bertahap. Dimulai pada seminggu lalu ketika hujan dan angin kencang melanda kawasan ini. Karena takut pohon yang tumbuh di tebing itu roboh, saya bersama warga mengurangi dahan-dahan yang besar. Tapi, setelah itu malah longsor yang terjadi," papar Thomas.
Lurah Lempongsari Sarjuno menambahkan, kawasan Lempongsari yang dihuni warga seperti RW 1, 2, 3, 4 dan 6 dari 8 RW yang ada, merupakan kawasan rawan longsor. "Kami selalu memberi himbauan kepada warga agar selalu membenahi saluran, tidak membuang sampah sembarangan. Ketika turun hujan, warga juga kami minta untuk tidak tidur terlalu sore," ujarnya, saat ditemui di kantornya, hari ini.
( Muhammad Syukron / CN32 / JBSM )