
SEMARANG, suaramerdeka.com - Hujan deras yang terus mengguyur Kota Semarang dalam sepekan terakhir ini mengakibatkan sebagian tanah pekarangan yang ditanami pohon mangga milik Agus (35) warga RT 4 RW 10 Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat longsor.
Meski tidak ada korban jiwa, longsoran tanah dan tumbangnya pohon mangga itu menimpa dapur rumah milik Mujiyanto (40) di RT 2 RW 10, yang berada di bawahnya. Menurut warga setempat, Kahono (58) peristiwa yang terjadi Senin (30/1) sekitar pukul 19.30 itu terjadi begitu cepat.
Saat hujan turun cukup deras, di wilayah itu, ia dan keluarganya dikagetkan dengan suara gemuruh yang berasal dari rumah yang letaknya bersebelahan dengan rumah miliknya.
"Saya langsung keluar, ternyata ada longsor. Longsor di wilayah ini sudah terjadi ketiga kalinya ini. Pada 1986 pernah menimbun seorang ibu dan anaknya, tetapi tidak meninggal. Yang kedua, terjadi pada 2010 lalu, pagar rumah dinas wali kota longsor dan menimpa tiga rumah warga di RW 10 ini," ujarnya, Selasa (31/1).
Lurah Kembangarum Soeprayoga SH mengatakan, akibat peristiwa itu, warga mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 20 juta. "Pagi ini kami bersama warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan longsoran tanah. Saya juga memberikan motivasi kepada korban dan melaporkan kejadian itu kepada BPBD Kota Semarang," katanya.
Setelah melaporkan kejadian itu, BPBD Kota Semarang pun memberikan bantuan bambu untuk dipergunakan sebagai trucuk agar longsor susulan tidak terjadi. Soeprayoga menambahkan, dari 13 RW yang ada di wilayah Kelurahan Kembangarum, 8 RW merupakan daerah rawan longsor. Yakni RW 1, 4, 5, 7, 8, 10, 11 dan 12.
"Sebagaian besar pemukiman warga di wilayah Kembangarum berada di lahan yang miring, sehingga memang rawan longsor. Tapi, kami selalu memberi himbauan kepada warga untuk waspada dan melaporkan setiap kejadian apapun kepada pihak kelurahan," ungkapnya.
( Muhammad Syukron / CN26 / JBSM )