
BREBES, suaramerdeka.com - Puluhan ekor ayam milik warga Desa Terlanggu, Kecamatan/ Kabupaten Brebes ditemukan mati mendadak, Selasa (31/1). Hasil pemeriksaan Dinas Peternakan Pemkab Brebes, kematian ayam itu positif terjangki flu burung atau avian influenza.
Informasi di lapangan menyebutkan, kematian ayam mendadak itu terjadi secara berturut turut sejak sepekan lalu. Hingga hari ini, di Desa Terlanggu sudah tercatat sebanyak 57 ekor ayam yang ditemukan mati mendadak. "Ayam saya totalnya ada 12 ekor yang mati mendadak," kata Tasori (52) warga Desa Terlanggu
Sekretaris Desa (Sekdes) Terlanggu Teguh Meiarta mengatakan, flu burung menyerang dua wilayah rukun warga, yakni RW 01 dan RW 03. Serangan itu, awalnya terjadi di RW 01 sebanyak 30 ekor ayam ditemukan mati mendadak. Setelah itu meluas ke RW 03, ditemukan sebanyak 27 ekor. Ternak itu milik sebanyak 12 warga. "Sampai hari ini, masih ditemukan ayam yang mati mendadak. Ada sebanya 14 ekor yang mati hari ini," terangnya
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Pemkab Brebes, drh Jhoni Murahman mengatakan, hasil pemeriksaan repid test, kematian ayam di desa terlanggu positif akibat virus flu burung. Selain di tempat itu, pihaknya juga menemukan serangan flu burung di Desa Kutamendala dan Purwodadi Kecamatan Tonjong. Di dua desa itu ditemukan sebanyak 28 ekor ayam yang mati mendadak akibat flu burung.
"Saat ini penanganannya sudah masuk tahap pengendalian. Yakni, mengandangkan ternak ayam, memproteksi lalu lintas di daerah terserang agar tidak keluar wilayah dan melakukan penyemprotan desinvektan," uangkapnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis sejumlah petugas Dinas Kesehatan masih melakukan penyemprotan di kandang ayam milik warga.
( Bayu Setiawan / CN34 / JBSM )