
SEMARANG, suaramerdeka.com -
"Jumlah produksi tersebut masih ditambah dengan impor gula sebesar 18.780 ton dari PG Pakis Baru dan 1.133 ton dari PG Cepiring, sehingga total produksi gula pasir Jateng 2011 mencapai 354.970 ton," kata Budi Trisnanto Sekretaris TPPH Jateng.
Untuk komoditas perikanan, kondisi cuaca yang kurang baik memicu kenaikan harga ikan baik tangkap maupun budidaya dengan tingkat kenaikan harga secara rata-rata mencapai 20%-40%. "Banjir yang terjadi di beberapa daerah tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah produksi komoditas pertanian dan perkebunan," ujarnya.
Sedangkan stok daging dan telur pada Januari dan selama 2012 diperkirakan mengalami surplus. Ketersediaan komoditas daging sapi dan ayam pada 2012 diperkirakan mencapai 330.000 ton, sedang susu mencapai 398.000 ton. "Kebutuhan komoditas daging dan susu di Jateng diprediksi masing-masing sebesar 206.000 ton dan 349.000 ton," tuturnya.
Menurut Budi, TPPH memprediksi inflasi Januari 2012 diperkirakan masih normal dan berpotensi lebih rendah dibanding pola historisnya. Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas beras, minyak goreng, ikan-ikanan, dan daging-dagingan. Sementara itu harga bumbu-bumbuan seperti cabai-cabaian dan bawang merah justru menurun.
"Justru ke depan faktor risiko tekanan inflasi diprediksi akan disebabkan oleh rencana kenaikan cukai rokok dan kebijakan pembatasan konsumsi atau kenaikan harga premium," imbuhnya.