
JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesian Audit Watch (IAW) menilai PT Jasa Marga (PT JM) gagal menjalankan maksimalisasi fungsi jalan tol, sehingga pengguna jalan tol dirugikan.
Sekretaris pendiri IAW, Iskandar Sitorus mengungkapkan, standar pelayanan minumum (SPM) jalan tol belum memadai untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jalan tol. "Salah satu indikatornya yakni, keluhan-keluhan pengguna jalan tol bisa terlihat dari studi kepuasan pemakai jalan yang dilakukan oleh Mark Plus Insight tahun 2009 dan studi yang dilakukan mahasiswa ITB tentang evaluasi SPM jalan tol," ujar Iskandar kepada wartawan, Senin (30/1).
Dikatakan, tolak ukur substansi pelayanan kondisi jalan tol yang mencakup kekesatan jalan, ketidakrataan jalan, tidak ada lubang serta substansi keselamatan pengguna jalan tol dilaksanakan oleh PT JM tidak sesuai dengan SPM.
"Pengadaan jasa pekerjaan mobil derek kendaraan sebagai salah satu ukuran kinerja pelayanan jalan tol tidak dikendalikan dengan sebagaimana mestinya oleh PT JM sehingga keterlambatan dan ketiadaan mobil derek pengganti selalu kerap terjadi menimpa pengguna jalan tol yang membutuhkan layanan mobil derek."
Menurut Iskadar, tidak efisiensi pengumpulan tol dengan pola penerapan transaksi semi otomatis terintegrasi, serta transaksi di gardu-gardu sangat lamban sehingga kerap merugikan pengguna jalan tol. "PT JM terbukti tidak ada memiliki database terkait kondisi riil jalan tol sehingga mereka tidak mempunyai skala prioritas dalam pemeliharaan jalan, di mana hal itu bisa berakibat negatif bagi pengguna jalan tol."
Iskadar menduga, PT JM selama ini hanya sekedar memikirkan keuntungan finansial semata, tanpa pernah berpikir untuk membuka daerah-daerah terisolir, agar akses mobilitas terbuka, sebagai prasyarat untuk menyokong perekonomian rakyat.
( Nurokhman / CN31 / JBSM )