panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Januari 2012 | 18:59 wib
Gelombang Tinggi, Istri Nelayan Berburu Batu Pantai
image

CARI BATU: Dua orang perempuan mencari batu di pesisir Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen, Senin (30/1). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Para istri nelayan di Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen memiliki profesi baru. Guna membantu perekonomian keluarga, mereka berburu batu di pantai untuk dijual.

Batu-batu yang dipunguti dari pantai itu kemudian dipilah berdasarkan bentuk dan ukuran. Setelah terkumpul batu dijual kepada tengkulak yang secara rutin mengambilnya. Harga batu laut tersebut berfariasi antara Rp 1000 hingga Rp 6000 per ember.

Rusilah (50) salah satu warga mengaku setiap hari mencari batu di pantai. Dalam sehari rata-rata dia memperoleh sebanyak delapan ember. Batu-batu itu kemudian dipilah menjadi tiga, kecil, sedang dan ukuran besar. "Ya, lumayan untuk menambah penghasilan keluarga," ujar Rusilah saat ditemui suaramerdeka.com di sela-sela memilah batu yang diperolehnya, Senin (30/1).

Dia mengatakan, tidak sembarang batu yang bisa laku dijual. Yakni khusus yang bentuknya pipih. Untuk itu, dalam mengambil harus dilakukan dengan cara manual. Batu-baut tersebut konon akan dipakai sebagai bahan keramik. Selain itu juga dijadikan batu taman di hotel-hotel dan rumah mewah. "Ya harus mengambil satu persatu dengan tangan," imbuhnya.

Tidak Melaut

Menjadi pemburu batu laut juga dilakukan oleh Ngasini (41). Di sela-sela menjaga warungnya yang berada tidak jauh dari tempat pendaratan perahu nelayan, Ngasini mencari batu di pantai. Biasanya pagi hari dia mengambil batu dan baru memilahnya pada siang hari.

"Musim gelombang tinggi seperti ini warung sepi karena banyak nelayan yang tidak melaut," ujar Ngasini.

Menurut dia, awalnya jumlah warga yang berburu batu hanya sedikit. Namun jumlah pencari batu hari demi terus bertambah. Bahkan di Pantai Pasir saja, saat ini jumlah pencari batu lebih dari 50 orang. "Mencari batu seperti mencari ikan juga ada musimnya. Kadang banyak sekali batu yang muncul, tetapi kadang hanya pasir tanpa ada batunya," ujarnya.

Suhadi (45) pengepul batu mengaku, jumlah uang yang beredar di kampung nelayan itu cukup besar khusus batu-batu tersebut. Dia mengaku telah mengambil sebanyak lima truk batu untuk dibawa ke Yogyakarta. "Lumayan untuk membantu ekonomi para nelayan. Apalagi saat cuaca tidak bersahabat, hasil tangkapan ikan tidak bisa diandalkan," imbuh Suhadi yang memiliki puluhan warga binaan.

( Supriyanto / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 07:25 wib
Dibaca: 2
27 Mei 2012 | 07:10 wib
Dibaca: 3
26 Mei 2012 | 23:55 wib
Dibaca: 273
26 Mei 2012 | 23:42 wib
Dibaca: 229
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER