
SEMARANG, suaramerdeka.com - Harga beras terus melambung sejak akhir tahun lalu. Diperkirakan sampai dengan Februari mendatang harga beras masih akan tinggi karena siklus panen yang rutin terjadi.
Di beberapa pasar tradisional di Kota Semarang, harga beras jenis mentik wangi saat ini berkisar Rp 9.500-Rp 10.000 per kilogram. Beras jenis bramo Rp 9.000-Rp 9.500 per kilogram, rajalele Rp 11.000-Rp 12.000 per kilogram, IR 64 Rp 8.200-Rp 8.500 per kilogram, dan beras kualitas menengah bawah berkisar Rp 7.600-Rp 7.800 per kilogram.
Menurut Darsini, salah seorang pedagang beras di Pasar Induk Beras Dargo Semarang, harga beras baru akan turun pada masa panen raya sekitar Februari-Maret 2012. Penurunannya berkisar Rp 200 per kilogram. "Tampaknya tidak mungkin harga akan kembali di bawah Rp 6.000 per kilogram seperti tahun lalu," ujarnya, Senin (30/1).
Dikatakan, kenaikan harga beras disebabkan kurangnya pasokan akibat belum masuk masa panen raya di sejumlah daerah. Apabila sebelumnya pedagang mengandalkan pasokan dari Sragen, Karanganyar, Kendal, dan Demak, sekarang beras harus didatangkan dari luar Jateng, misalnya Ngawi dan Cirebon.
"Kalau hanya menuggu pasokan dari wilayah Jateng, tidak mungkin. Harus mengambil dari luar provinsi," katanya.
( Fani Ayudea / CN27 / JBSM )