
BREBES, suaramerdeka.com - Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat diminta dapat menjaga netralitas dalam Pilkada Brebes pada Oktober nanti. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Ahmad Jazuli yang mengaku mendapatkan informasi soal indikasi ketidaknetralan PNS menjelang Pilkada ini.
"Saya berharap agar para birokrat dalam hal ini PNS bisa menjaga netralitas dan tidak terpengaruh oleh suhu politik yang saat ini mulai memanas," kata Jazuli, Senin (30/1).
Anggota Komisi I DPRD tersebut memaparkan, netralitas PNS telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam UU tersebut ditegaskan PNS harus netral. Menurut Jazuli, hal tersebut berarti PNS tidak bisa berpolitik. Pada bagian lain, pihaknya berharap agar inspektorat bisa melakukan pengawasan sekaligus mengambil tindakan tegas jika terbukti ada oknum PNS yang ikut terlibat politik.
"Kami berharap PNS bisa berhati-hati, berlaku sesuai peraturan karena jika terbukti terlibat politik ancamannya bisa sampai pemecatan," tandasnya.
Sementara itu, Jefry Arsya Robi dari Brebes Education Watch (BEW) berharap pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Brebes tahun 2012 dapat berjalan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. "Pemilukada 2012 harus berjalan secara demokratis. PNS, TNI, Polri dan pihak penyelenggara KPU serta Panwas harus bertindak independen," katanya.
Seperti diketahui, Agung Widyantoro merupakan kandidat kuat yang akan diusung oleh Partai Golkar sebagai calon bupati pada Pilkada Brebes. Sementara Hj Idza Priyanti AMd mendaftar sebagai calon bupati lewat PDIP. Jefryi berharap Pilkada dapat menjadi momentum untuk percepatan pembangunan Kabupaten Brebes secara menyeluruh. Menurut dia banyak problem yang harus dibenahi mulai dari pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
( Teguh Inpras Tribowo / CN27 / JBSM )