
SEMARANG, suaramerdeka.com - Maraknya tindak kejahatan yang terjadi di Kota Semarang akhir-akhir ini merupakan cambuk bagi semua pihak.
Berdasarkan data yang ada diketahui, kerugian materi dihitung dari enam kejadian per Januari adalah perampokan mobil pengisi ATM BCA Rp 2,4 miliar (5/1). Kemudian, pencurian di asrama IAIN 25 juta (7/1), penjambretan di Jalan Suratmo 10,5 juta (12/1) dan pembobolan mobil modus kempes ban di Jalan Brigjen Sudiarto Rp 196 juta (12/1).
Kemudian ada pencurian di kios rokok Pasar Damar Banyumanik Rp 110 juta dan pencurian di rumah Jalan Rasamala Timur II, Srondol Wetan Rp 30 juta. Itu belum termasuk kerugian dari kasus gendam, penipuan jual beli di internet, serta pencurian mobil dan motor yang hampir setiap hari terjadi.
Menyikapi hal itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Semarang, AM Juma'i mengatakan, bila Kota Semarang merupakan kota percontohan bagi kota lainnya selain sebagai Ibukota Propinsi Jawa Tengah.
Disisi lain, meski semua elemen pemuda sudah terakomodir, tetap saja diperlukan pembinaan secara intensif dan berkelanjutan. "Kami berharap semua wadah atau organisasi pemuda bersatu guna membantu pihak terkait dalam memerangi kejahatan di Kota Semarang yang akhir-akhir ini boleh dikatakan meningkat," ujarnya, Senin (30/1).
Untuk mewujudkan keamanan dan bidang lainnya, lanjut dia, PDPM Kota Semarang kini mulai mengintensifkan pembinaan pada Pemuda Muhammadiyah (laki-laki) dan Nasyiatul Aisyiah Muhammadiyah (perempuan) di tingkat pusat, kecamatan, hingga ke tingkat kelurahan.
"Kami akan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada melalui gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi munkar. Dengan langkah tersebut, tentunya sudah menjawab segala kebutuhan yang dibutuhkan di masyarakat," jelasnya.
Ditambahkan, selain pembinaan intensif pada internal PDPM, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Kota Semarang.
( Ranin Agung , Anton Sudibyo / CN33 / JBSM )