
SOLO, suaramerdeka.com - Harga beras di pasar tradisional Solo selama tiga hari terakhir merangkak naik. Akibatnya sebagian masyarkat mulai beralih ke beras dengan kualitas sedang.
Saat ini harga beras terpantau cukup tinggi. Bahkan untuk beras dengan kualitas paling bagus, harga tembus sampai Rp 9.000 per kg. Beberapa pembeli tidak mampu menjangkau harga yang stabil tinggi tersebut. Karena itu, saat ini penjualan beras kualitas sedang dan rendah mengalami peningkatan.
"Harga demikian menjadi harga paling tinggi di Solo belakangan ini. Kemarin harga paling maksimal Rp 8.800 per kg untuk beras dengan kualitas paling bagus," papar salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Ali Wiyono, Senin (30/1).
Dia menyebut, kini dia mampu menjual beras dengan kualitas sedang seharga Rp 7.500 per kg sebanyak 25 kg dalam sehari. Adapun untuk beras dengan kualitas sedikit di atasnya, seharga Rp 8.500 per kg bisa dijual hingga 50 kg per hari. Penjualan tersebut khusus untuk eceran, beberapa pelanggan lebih memilih membeli dalam ukuran sak. Ali berharap harga akan cepat turun, lantaran omzet di kiosnya juga turut turun selama harga naik. Selain itu, diharapkan Badan Urusan Logistik (Bulog) juga lekas melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga.
Berkebalikan dengan harga beras, harga sejumlah kebutuhan pokok lain justru mengalami penurunan. Seperti gula pasir, pekan kemarin komoditas tersebut dijual Rp 10.000 per kg. Kini harganya sudah turun menjadi Rp 9.700 per kg. Demikian pula dengan harga minyak goreng jenis sawit yang seminggu lalu dijual Rp 10.700 per kg. Harganya turun Rp 500 per kg menjado Rp 10.200 per kg. Sementara harga minyak goreng kualitas super masih stabil pada angka Rp 14.000 per kg. Komoditas lain yang harganya terus merosot adalah bawang merah, bawang putih serta cabai.
"Bawang merah sekarang harganya Rp 5.000 per kg sampai Rp 7.000 per kg. Bawang putih juga begitu, harganya sedang murah, Rp 5.000 per kg sampai Rp 6.500 per kg," urai pedagang lain, Purwanto.
( Astuti Paramita / CN34 / JBSM )