
KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Badan Amal Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Bazis) Kabupaten Karanganyar mulai tahun ini memprogramkan desa binaan. Tahun ini desa binaan mereka adalah Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar. Di tahun ini Bazis juga memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni.
“Untuk desa binaan sementara kami canangkan satu desa dulu dan nanti bisa menyusul yang lainnya,“ jelas Sekretaris Bazis Karanganyar H Slamet Sanyoto tatkala ditemui baru-baru ini. Slamet Sanyoto menerangkan, ada beberapa aspek yang dibantu dalam desa binaan tersebut, yang bertujuan untuk memberdayakan umat tersebut.
Diantaranya adalah pemberdayaan pertanian serta bantuan pembinaan home industri pembuatan onde-onde dan sangkar burung. Sementara untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni, Bazis akan memberikan bantuan untuk 10 rumah dengan besaran bantuan per/rumah Rp 10 juta.
Slamet Sanyoto menandaska, tahun ini Bazis mencanangkan setidaknya bisa mengumpulkan dana zakat, infaq (ZIS) dan shodaqoh sebesar Rp 200 juta tiap bulannya. “Sampai saat ini dana ZIS yang terkumpul terbesar memang masih berasal dari PNS Pemkab Karanganyar,” tuturnya.
Bazis Karanganyar sendiri telah membentuk juru pungut di masing-masing desa atau kelurahan, dimana mereka bertugas mengumpulkan ZIS dari setiap RT. Untuk selanjutnya mengumpulkan ke kelurahan dan kecamatan dan selanjutnya disetorkan ke rekening Bazis yang ada di Bank Jateng.
Slamet Sanyoto yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Karanganyar itu menandaskan, beberapa kegiatan atau program yang selalu rutin dilakukan antara lain adalah pemberian bantuan modal usaha, bantuan untuk masjid atau mushala, serta untuk fakir miskin dan yatim piatu, panti asuhan, serta usaha ternak sapi. “Tahun lalu ZIS yang kami kumpulkan hamper mencapai Rp 2 miliar,” tegasnya.
( Basuni Hariwoto / CN34 / JBSM )