panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Januari 2012 | 23:05 wib
Simulasi Evakuasi Banjir Lahar
Tim SAR Evakuasi 12 Warga yang Terjebak Lahar Dingin
image

MAGELANG, suaramerdeka.com - Banjir lahar kembali meluap dan menerjang Jalan Raya Magelang-Yogyakarta. Aliran lahar dengan membawa batu-batu besar bahkan melewati lokasi hunian sementara (huntara) di Lapangan Jumoyo, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Ada 12 penghuni huntara lapangan Jumoyo yang tidak bisa menyelamatkan diri. Mereka terjebak di dalam huntara sementara aliran lahar sudah mengurung lokasi tersebut.

Beberapa di antara mereka cedera karena hantaman batu dan tertimpa reruntuhan rumah. Tim SAR Kabupaten Magelang kemudian mengevakuasi mereka dan menempatkannya di Huntara di Lapangan Mancasan, Desa Gulon, Kecamatan Salam. Mereka dijadikan satu dengan 358 warga penghuni huntara lapangan jumoyo, yang sebelumnya telah berhasil dievakuasi.

Situasi inilah yang disekenario dalam simulasi penanganan banjir lahar dingin pada Minggu (29/01). Simulasi ini melibatkan Pemerintah Desa Jumoyo, BPBD Kabupaten Magelang, Yakum Emergency Unit (YEU), GP Ansor, Tagana, Banser, serta Tim SAR Kabupaten Magelang.

Dalam simulasi ini digambarkan bahwa lahar meluap sampai ke huntara karena banjir di Kali Putih berkapasitas sangat besar. Di Jembatan Ngepos, Kecamatan Srumbung aliran lahar terpantau berketinggian 4 meter dan lebar 20 meter. Lahar bahkan melewati atas jembatan tersebut.

Lahar kemudian meluap melalui tebing sungai di utara Dusun Seloiring, Desa Jumoyo, dan menenggelamkan Dusun Seloiring, serta Jumoyo Lor. Lahar juga kembali menutup jalur utama Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, dengan material setinggi satu meter.

Komandan SAR Kabupaten Magelang, Heri Prawoto mengatakan, simulasi evakuasi ini bertujuan agar masyarakat di sekitar Kali Putih lebih memahami bencana banjir lahar dingin sehingga selalu waspada dan mampu bertindak secara cerdas untuk mengurangi risiko bencana.

"Wilayah Desa Jumoyo ini sangat rawan luapan banjir lahar hujan. Ini karena ada tikungan sungai dan pendangkalan yang parah. Kami berharap masyarakat lebih paham ke mana dan bagaimana menyelamatkan diri jika terjadi bencana lahar," tegasnya.

( MH Habib Shaleh / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 23:55 wib
Dibaca: 266
26 Mei 2012 | 23:42 wib
Dibaca: 226
26 Mei 2012 | 23:28 wib
Dibaca: 243
26 Mei 2012 | 23:14 wib
Dibaca: 214
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER