
ROBOH: Warung di sekitar laguna laguna Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, roboh terhempas angin kencang, Minggu (29/1) sore. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
KULONPROGO, suaramerdeka.com – Belasan bangunan warung di sekitar laguna Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, tak bisa digunakan karena rusak terkena angin kencang dan terendam luapan air. Kondisi paling parah terjadi pada tiga warung yang roboh terhempas angin kencang, Minggu (29/1) sore. Akibat kejadian itu kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Musibah angin kencang terjadi sekitar pukul 16.30 dan berlangsung sekitar 30 menit. Meski merobohkan tiga warung dan menerbangkan atap seng satu warung lainnya, namun tidak ada korban jiwa maupun luka. Warung-warung itu biasanya digunakan untuk berjualan buah-buahan, rempah-rempah hasil pertanian, serta makanan dan minuman.
Sebelum kejadian, para pemilik warung masih menggelar dagangannya. Namun begitu angin kencang mulai berhembus mereka langsung membereskan barang-barang dagangan dan lari berlindung ke tempat yang lebih aman.
"Awalnya mendung kemudian gerimis dan ada angin kencang. Warung-warung kena angin kencang langsung porak-poranda. Atap seng kontal (lepas terhempas angin) dan deklit sobek. Deklit perahu-perahu wisata di laguna juga pada sobek," ungkap Suhardi (51) salah satu pemilik warung.
Suradi mengaku setelah kejadian itu rencananya dia akan libur tidak jualan terlebih dulu. Untuk mengantisipasi agar kerugian yang dialaminya tidak bertambah lagi kalau-kalau masih akan terjadi angin kencang kembali.
Kerusakan warung paling parah dialami Siti (54). Warung yang biasa untuk berjualan mie ayam, soto, dan bakso roboh. Saat kejadian dia sedang tidak berjualan karena warungnya terendam air luapan laguna. Kerugian yang dialaminya sekitar Rp 4 juta – Rp 5 juta, belum termasuk kerugian karena tidak bisa berjualan sejak seminggu lalu.
Ida Priyani, pemilik warung lainnya yang rusak mengungkapkan, begitu mulai terjadi angin kencang, dia langsung memberesi barang dagangannya bersama adiknya dan lari ke tempat aman. Tak lama kemudian atap warungnya dari seng terlempar dan tiang-tiang penyangga warungnya roboh.