
PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Amir Hamzah (16), warga Kelurahan Klego, Gang Empat, Pekalongan Timur menjadi korban keganasan ombak Pantai Slamaran, Minggu (29/1) pagi. Saat berenang bersama empat kawannya, pemuda yang bekerja sebagai buruh itu terseret ombak.
Meski sempat mendapatkan pertolongan, namun korban meninggal saat dibawa ke RS Siti Khodijah. Kejadian itu bermula ketika lima warga Kelurahan Klego sekitar pukul 06.00 beramai-ramai menuju ke Pantai Slamaran. Mereka adalah Amir Hamzah (16), Ari Saputra (12), Feri Nukian (16), Risma (15), dan Adit Setia (15).
Begitu tempat yang dituju langsung bermain dan berenang di pinggiran pantai. Satu jam kemudian, Amir tiba-tiba berteriak minta tolong karena tubuhnya terbawa ombak ke tengah. Melihat hal itu, Feri yang tak jauh dari korban berusaha menolong. Namun dirinya malahan ikut terbawa ombak. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu langsung terjun ke pantai guna memberikan pertolongan.
Feri berhasil diselamatkan, sedangkan korban tubuhnya sudah terseret gelombang ke tengah. Dari kejadian itu, masyarakat dan petugas kepolisian setempat melakukan pencarian terhadap tubuh korban. Namun tubuh Amir Hamzah belum juga ditemukan.
Sekitar seperempat jam kemudian, ada salah satu warga melihat tubuh korban berada di pinggiran pantai sebelah barat, tak jauh dari lokasi tenggelam. Saat itu, warga Klego, Pekalongan Timur tersebut masih hidup namun kondisinya kritis. Saat dibawa ke RS Siti Khodijah, korban menghembuskan nafas terakhir.
Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Zuhriyanto menjelaskan mendengar kejadian itu sejumlah anggotanya langsung datang ke lokasi kejadian. Namun saat berusaha menyelamatkan korban dengan membawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. "Kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi mengenai kejadian itu. Korban meninggal karena terseret ombak," ujarnya.
( Achid Nugroho / CN26 / JBSM )