
JAKARTA, suaramerdeka.com - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menyebut, tantangan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke depan tidaklah semakin ringan. Pasalnya, diperkirakan potensi korupsi di kalangan politisi malah semakin besar, jelang pemilu 2014.
Karena itulah, dia berpendapat politisi adalah musuh terbesar KPK. "Ke depan musuh besar KPK adalah politisi, banyak yang akan dihadapi KPK," katanya saat menyampaikan refleksi pemberantasan korupsi tahun 2011 dan proyeksi tahun 2012 di kantor ICW, Jl Kalibata Raya, Jakarta Selatan, Minggu (29/1). .
Ditambahkan, masa-masa jelang pemilu adalah masa yang rawan bagi APBD dan APBN mengingat akan banyak dikeruk guna proyek pemerintah dan bisa jadi disalahgunakan untuk kepentingan partai politik.
Tidak hanya itu, sektor sumber daya alam juga bakal dirambah dan digunakan sebagai dana tambahan parpol. Sejumlah aset bakal dimanfaatkan para pemangku jabatan untuk menambah pundi-pundi kas mereka di partai. "Belum ada solusi partai supaya independen. Partai masih tergantung pada cukong-cukong besar," tuturnya.
Dia menambahkan, sejumlah kasus besar yang ditangani KPK seperti kasus cek pelawat, kasus wisma atlet berawal dari pengumpulan dana partai politik. Oleh karena itu, partai diminta segera membuat sistem pengumpulan dana yang transparan.
Selain itu, perlu ada pembatasan sumbangan pada partai politik. "Kalau yang nyumbang perorangan Rp 100 ribu ya beri saja. Beda kalau penyumbang besar, sebelum duitnya dikirim maunya sudah sampai duluan," jelas Danang.
( dtc / CN26 )