
TUNGGU KEPULANGAN: Bisri Mustofa, suami Siti Aminah, ditemani As’ari, memegang foto istrinya. Keluarga berharap proses pemulangan segera selesai. (suaramerdeka.com / Wahyu Wijayanto)
TUNTANG, suaramerdeka.com – Keluarga Siti Aminah, tenaga kerja wanita asal Dusun Kerep, Desa Jambor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, yang meninggal di Arab Saudi berharap proses pemulangan jenazah tidak akan berlarut-larut.
Untuk itu, kini mereka sedang mengurusi persyaratan administrasi yang diperlukan, agar jasad Siti yang telah meninggal sejak Rabu (18/1) dapat diterbangkan ke Tanah Air. Siti yang lahir 12 Desember 1973, bekerja di kediaman Husni Zakaria sejak 2008 lalu di Mekah, Arab Saudi.
Menurut kabar yang diterima keluarga dari Husni dan PT Zumba Bimba Abadi, perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja
Indonesia Swasta, yang mengirim Siti, ibu tiga orang anak itu meninggal karena sakit. Namun untuk memastikan itu, polisi Arab Saudi melakukan autopsi.
As’ari (51), kerabat yang masih terhitung sebagai keponakan Siti menuturkan, kepastian informasi kematian baru didapatkan setelah dirinya bersama pihak Bisri Mustofa, suami Siti, dan keluarga lain, mendatangi kantor pusat PT Zumba di Serpong, Banten.
Sebelumnya, pihak keluarga mendapatkan informasi yang simpang siur terkait kematian Siti. "Sudah meninggal selama lebih dari sembilan hari, PT Zumba mengaku belum dikabari. Ini yang kami sesalkan," ungkap As’ari.
Sebelumnya, ketika keluarga melalui mantan sopir yang pernah bekerja di Arab Saudi, menghubungi majikan Siti, didapatkan keterangan jasad Siti telah dikirim ke Konsulat Jendral RI di Jeddah. Kenyataannya, keterangan yang diterima perusahaan penyalur, jasad Siti masih diautopsi kepolisian.
As’ari yang mewakili keluarga berharap, kematian Siti bukan disebabkan oleh ketidaknormalan. Selain itu dia berharap, hak-hak yang semestinya diterima Siti diberikan kepada keluarga. Terkait kabar kematian Siti, keluarga telah mendapat kunjungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang.
Jumat lalu, Kasi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Abdul Fatah, bersama dua pegawai lainnya, Warno dan Suliyanti, memastikan kabar kematian yang dibaca di surat kabar. Dalam kunjungan itu, menurut As’ari, mereka akan membantu kepulangan Siti.
( Wahyu Wijayanto , Moch. Kundori / CN26 / JBSM )