
BREBES, suaramerdeka.com - Hujan yang mengguyur Kota Kecamatan Bumiayu tidak melunturkan semangat peserta Kirab Budaya HUT Kabupaten Brebes ke 334, Sabtu siang (28/1). Kegiatan tahunan yang kali ini merupakan edisi ke dua itu tetap berlangsung meriah.
Berdasarkan pantauan, peserta tetap serius mengikuti kirab sekalipun kostum mereka basah kuyup. Begitupula dengan antusias penonton. Mereka memadati sepanjang jalan yang dilintasi peserta kirab. Ada yang berteduh dibawah payung ataupun di emperan toko.
Kirab atau karnaval budaya diikuti oleh 102 kontingen yang terdiri dari unsur instansi, sekolah dan kelompok seni budaya tersebut diawali di halaman parkir RSU Muhammadiyah Siti Aminah. Peserta kemudian berjalan menuju pusat kota. Di pertigaan Mapolsek, peserta kirab berbelok ke Jl KH Ahmad Dahlan menuju lokasi finish Lapangan Red Hot Café.
Disana, masing-masing peserta menggelar atraksi, dari mulai kesenian calung, kuda lumping, karate, pencak silat sampai drumband/ marchingband. Wakil Bupati Hj Idza Priyanti AMd, Plt Sekda Wisno Broto SH MH, Wakil Ketua DPRD HM Agus Sutrisno, Asisten III H Suprapto SH, Ketua Fraksi PPP H Imam Sairi dan sejumlah pejabat SKPD lainnya menyaksikan dari panggung kehormatan. Tak hanya kirab, baik peserta maupun penserta juga dihibur penampilan band dan artis dangdut lokal
Wakil Bupati Hj Idza Priyanti AMd memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Menurutnya, semangat peserta menunjukkan kecintaan dan kebanggan sebagai masyarakat Kabupaten Brebes. “Rasa cinta dan bangga ini merupakan modal berharga dalam pembangunan menuju Kabupaten Brebes yang lebih maju,” katanya.
Wabup yang membacakan sambutan Bupati juga mengingatkan agar kegiatan HUT Kabupaten tidak sekedar menjadi seremonial belaka. Tetapi menjadi bahan perenungan, evaluasi dan momentum bersama untuk membawa Kabupaten Brebes kearah yang lebih baik.
Ketua Panitia Edo Brazeros berharap kegiatan HUT Kabupaten di Kota Kecamatan Bumiayu dapat menjadi agenda tetap Pemkab. Hal ini agar penyelenggara bisa melakukan perencanaan yang matang sehingga hasilnya lebih maksimal. “Melihat antusias peserta dan penonton, saya kira Pemkab harus berani menetapkan karnaval budaya ini menjadi agenda tetap,” kata pria bernama lengkap M Nurhidayat SE tersebut.
( Teguh Inpras Tribowo / CN34 / JBSM )