
BLORA, suaramerdeka.com - Aksi penyelamatan pohon di pinggir jalan dari pemasangan spanduk dan reklame liar terus dilakukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Dengan menggandeng sejumlah elemen masyarakat lainnya termasuk dinas dan instansi terkait di Pemkab Blora, FKDM tahun ini juga merencanakan pembersihan iklan maupun reklame yang dipasang di pohon dengan cara dipaku.
"Kami melihat pemasangan iklan maupun reklame di pohon masih kerap dilakukan. Kami akan bersihkan reklame-reklame tersebut," ujar Wahono, pengurus FKDM Blora, Sabtu (28/1).
Menurutnya, pemasangan iklan dengan cara dipaku di pohon tersebut selain melanggar ketentuan yang berlaku juga akan mematikan pohon penghijauan di pinggir jalan. Dia menjelaskan sejak beberapa tahun lalu pihaknya gencar melakukan aksi penyelamatan pohon di pinggir jalan tersebut.
Tercatat telah empat kali aksi serupa dilaksanakan di tahun 2011. Sementara di tahun 2010 pembersihan dilakukan sebanyak lima kali. "Ratusan bahkan mungkin ribuan spanduk, iklan maupun reklame yang dipasang di pohon itu telah kami copot. Dan itu akan kami lakukan terus di masa-masa yang akan datang," tandasnya.
Tak hanya di ruas jalan provinsi maupun jalan protokol di kota Blora. Aksi penyelamatan pohon itu dilakukan pula di jalan-jalan kecamatan, kelurahan dan desa. Wahono menuturkan pohon yang tumbuh di pinggir jalan harus di rawat dan jaga. Diantaranya dengan membersihkan dari reklame atau iklan liar yang pemasanganya dengan cara diikat maupun dipaku.
"Aksi penyelamatan pohon di Blora ini untuk percontohan di Jateng maupun nasional," katanya.
( Abdul Muiz / CN27 / JBSM )