
SOLO, suaramerdeka.com - Agenda meeting, insentive, convention and exhibition (MICE) masih menjadi andalan program Visit Jateng Year (VJY) 2013 yang makin mendekat. Sayang, daya tarik Jawa Tengah sebagai tujuan MICE tidak ditunjang dengan keberadaan convention hall yang memiliki kapasitas ribuan orang.
Salah satu anggota tim perumus Visit Jateng Year, Bambang Mintosih mengeluhkan dari 34 kabupaten/kota di Jateng, belum satupun yang memilki fasilitas tersebut. Padahal convention hall menjadi salah satu fasilitas yang harusnya dimiliki provinsi yang sedang gencar mempromosikan pariwisatanya.
Terlebih, program tersebut tak tanggung-tanggung dalam menetapkan target kunjungan. Setidaknya, 25 ribu wisatawan nusantara (wisnu) dan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman) diharapkan bisa berkunjung ke Jateng sepanjang 2013. "Masih ada waktu untuk membangun fasilitas tersebut. Entah Solo atau Semarang yang akan mengambil kesempatan," katanya.
Saat ini, persiapan menuju VJY sudah mendekati 100 persen. Pada tataran konsep, semua sudah rampung. Promosi sudah dilakukan sejak jauh hari. Baliho dengan ukuran besar sudah terpasang di sejumlah pintu gerbang masuk Jateng.
"Kami juga sudah menggandeng maskapai Garuda Indonesia. Penumpang maskapai tujuan Jateng akan mendapat buku panduan wisata yang menggambarkan potensi Jateng," imbuh dia.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mulai "menjual" calender event yang dimiliki beberapa daerah. Solo misalnya, lima agenda siap dijadikan andalan, seperti Solo Batik Carnival (SBC), Solo International Perfoming Art (SIPA), Solo International Ethnic Music (SIEM), Bengawan Travel Mart (BTM), serta Solo Investation Tourism and Trade Expo (Sittex).
Nantinya, VJY akan membidik wisnu asal Jakarta, Bandung, serta Bali untuk bisa diboyong ke Jateng. Adapun di pasar internasional, Malaysia akan menjadi pasar utama. Seperti diketahui, wisatawan asal Negeri Jiran tersebut membanjiri Bandung belakangan ini. "Wisatawan inilah yang akan kami alihkan dari Bandung," tukasnya.
( Astuti Paramita / CN34 / JBSM )