panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Januari 2012 | 14:00 wib
Bakteri E-coli Sering Ditemukan di Air
.

KUDUS, suaramerdeka.com - Salah satu parameter yang sering dijumpai pada saat pemeriksaan air yang diteliti di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabuapten Kudus adalah bakteri Escherichia coli (E-coli), dan hal ini banyak terdapat pada sampel air minum, air bersih, hingga limbah.

Pemeriksa teknis lingkungan dan air pada UPT Labkesda Kudus, Munawar, Kamis (26/1) menjelaskan, pemeriksaan sampel air tersebut sebenarnya memang sudah menjadi program rutin setiap tahun, dan hal ini sekaligus untukmencegah terjadinya infeksi yang disebabkan oleh parameter bilogis bakteri E-coli. "Pemeriksaan disesuaikan dengan jenis air untuk mengetahui kandungan E-coli sesuai ambang batas maing-masing jenis sampel," katanya.

Munawar menjelaskan, ketentuan ambang batas tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 452 tahun 2010, yaitu tentang standar air minum.

"Pada dasarnya standar air minum harus nol dari E-coli. Sedangkan untuk air bersih perpipaan maksimal kurang dari 10 mpn (most probable number). Kemudian untuk air bersih bukan perpipaan maksimal kurang dari 50 mpn," ungkapnya.
Salah satu upaya untuk menghindari ikut masuknya E-coli, lanjut  Munawar utamanya pada sekala rumah tangga disarankan agar memasak air hingga mendidih sebelum dikonsumsi.

"Tujuannya agar bakteri yang terdapat dalam air disterilisasi. Sedangkan untuk air bersih yang diketahui kandungan E-coli melebihi ambang batas bisa dilakukan langkah kapuritisasi," paparnya.

Disinggung soal kaitanya dengan terkontaminasinya air hujan dengan sejumlah sumber air, pihaknya menjelaskan bisa saja ini terjadi. "Namun kami belum bisa memastikan apakah bakteri E-coli bisa diakibatkan dari air hujan," terangnya.

Penyebaran bakteri E-coli bisa melalui tiga jalan, yakni antar orang, makanan-minuman, serta binatang. "Pertama, antara orang ke orang, kemudian dari makanan-minuman yang tidak dimasak dengan sempurna, dan bisa pula lewat binatang yang telah terinfeksi lalu menyebarkannya ke makanan dan dikonsumsi manusia, misalnya lalat," tandasnya.

( Ruli Aditio / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 4125
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 4484
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 4326
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 5567
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 4147
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 23:00 wib
FOOTER