
JAKARTA, suaramerdeka.com - Saat ini, sudah ada 300 proposal percetakan yang ikut serta dalam proses tender naskah Ujian Nasional (UN). Dari jumlah tersebut, nantinya hanya akan terpilih enam perusahaan percetakan yang memiliki hak untuk mencetak naskah UN 2012.
Proses tender ditargetkan selesai pertengahan Februari 2012. "Saat ini sudah ada 300 proposal yang masuk ke kementerian. Nanti kami hanya pilih enam perusahaan yang sesuai dengan syarat dan kriteria pemerintah. Karena kami hanya akan membuka enam zona percetakan," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Chairil Anwar Notodiputro, di Jakarta.
Dirinya menjelaskan, keenam perusahaan terpilih tersebut akan dipilih setelah memenuhi sejumlah persyaratan. Diantaranya, persyaratan mutu, ketepatan waktu, dan kerahasiaan. "Termasuk apakah proses percetakan dipisahkan dari bahan cetak lainnya, dan harus dilengkapi CCTV," ungkapnya.
Untuk UN 2012 yang akan datang, proses pelelangan cetak naskah UN dilakukan oleh pusat, tidak lagi diserahkan di daerah. Nantinya, akan dibagi ke dalam enam kelompok, yang persebarannya mempertimbangkan faktor wilayah waktu dan jumlah peserta UN. "Pemenang disebar di beberapa provinsi, dengan memperhatikan wilayah waktu, dan banyaknya siswa yang ikut," jelasnya.
Dijelaskan, pelaksanaan tender percetakan UN ini sudah dimulai sejak hari Jumat minggu lalu. Saat ini, tim dari kementerian sedang melakukan penilaian administrasi. Untuk selanjutnya, akan akan dilakukan penilaian administrasi yang dilanjutkan dengan pengecekan fisik. "Setelah cek fisik, nanti ada penilaian akhir. Itulah nanti yang menentukan dipilih atau tidak. Termasuk nanti ada penawaran harga," tandasnya.
Diharapkan, seluruh proses tersebut akan rampung pada pertengahan Februari 2012. Jika proses tersebut berjalan sesuai dengan waktu yang ditargetkan, maka baru akan memasuki masa cetak. "Keputusannya pertengahan Februari. Sudah dihitung dng kapasitas mesin, jumlah dan sebagainya," papar Chairil.
( Satrio Wicaksono / CN26 / JBSM )