
JAKARTA, suaramerdeka.com - Angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia, semakin sering terjadi. Bahkan sejak 2002-2011, terjadi kenaikan kejadian puting beliung mencapai 28 kali lipat.
"Jika tahun 2002 kejadian hanya 14 kali, maka pada tahun 2006 terjadi 84 kejadian. Sedangkan tahun 2010 ada 402 kejadian. Adapun pada tahun 2011, ada 285 kejadian dengan korban meninggal 21 orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (18/1).
Menurutnya, terjangan puting beliung juga membuat 9.081 orang mengungsi dan 13.684 unit rumah rusak. Dalam 10 tahun terakhir, terjadi 1.564 kejadian puting beliung atau 14% dari total kejadian bencana di Indonesia.
"Di Indonesia, puting beliung merupakan bencana yang memiliki kenaikan yang sangat drastis. Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus," ujarnya.
Dia menambahkan, saat ini puting beliung sangat marak di Indonesia. Bahkan, bencana puting beliung dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang meningkat.
"Contohnya seperti yang terjadi pada Selasa (17/1) lalu, dimana puting beliung menerjang Padang dan Wonosobo. Bencana angin puting beliung di Padang yang terjadi pada pukul 10.00 WIB, menyebabkan sekitar 30 warga terluka di Kampung Batu
Kelurahan Batang Arau Kecamatan Padang Selatan," tuturnya.