
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Kabupaten Wonogiri termasuk wilayah yang rawan sambaran petir. Terlebih di musim hujan, sambaran petir sering merusak jaringan listrik. Oleh karenanya, PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Wonogiri berencana memasang 200 arrester polimer sebagai salah satu komponen penangkal petir.
Manajer PLN UPJ Wonogiri, Ulung Setyo Budi, didampingi Supervisor Teknis, Sutiyono mengatakan, salah satu wilayah yang sering tersambar petir yakni kawasan Gunung Belah, Wonogiri. Petir kerap menyambar tower yang ada di daerah itu. "Di tempat lain, petir juga pernah menyambar trafo milik PT Deltomed," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, arrester berfungsi memutus sambaran petir agar tidak merusak jaringan-jaringan listrik PLN. Selain arrester, trafo PLN juga dilengkapi dengan komponen grounding.
Di sisi lain, musim hujan juga membuat jaringan PLN rawan tertimpa pohon. Dia mencontohkan, jaringan listrik yang tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Perum Jasa Tirta di Wonogiri juga pernah putus, beberapa waktu lalu. Pasalnya, kabel PLN tertimpa pohon yang roboh.
"Karena longsor, ada pohon flamboyan yang menimpa jaringan listrik. Kami langsung memperbaiki dan harus merabasi (memotong) pohon malam itu juga. Beberapa hari kemudian, Jasa Marga sendiri yang memotong semua pohon di jalur listrik," katanya.
Pihaknya berharap agar masyarakat memahami bahaya pepohonan yang menyentuh kabel. Pepohonan itu perlu dipangkas. Jika tidak berani, masyarakat bisa menghubungi PLN untuk membantu perabasan. "Kami juga rutin mengadakan inspeksi, mengecek kabel-kabel yang rantas atau komponen yang rusak," pungkasnya.
( Khalid Yogi / CN31 / JBSM )