
NGANJUK, suaramerdeka.com - Sebanyak 20 desa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, masuk kategori daerah endemis penyakit demam berdarah. Pemerintah daerah setempat telah aktif mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu dengan fogging.
"Kami temukan ada penderita di daerah itu, walaupun tidak seluruh warga di daerah itu yang terkena sakit demam berdarah (DB)," kata Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Sugeng Budi Wiyono, di Nganjuk, Rabu (18/1).
Dia mengatakan, serangan demam berdarah sudah mulai menjangkiti warga, baik anak-anak maupun orang dewasa. Data yang masuk sejak tanggal 1 Januari hingga 15 Januari 2012 mencatat 14 penderita DB, yakni 10 penderita dinyatakan positif, sedangkan sisanya masih dalam tahap gejala.
"Kalau yang meninggal sampai saat ini belum ada laporan. Mudah-mudahan tidak ada," paparnya.
Dia mengatakan, kasus yang terdata saat ini memang masih kecil, namun perlu diwaspadai, apalagi kondisi cuaca seperti ini yang terkadang hujan dan 2-3 hari berikutnya terang, hingga membuat jentik nyamuk sempat berkembang.
Ia berharap, kasus yang terjadi pada 2012 tidak sebanyak tahun sebelumnya. Pada 2010, jumlah penderita cukup banyak mencapai 494 orang dengan tiga pasien meninggal dunia, sedangkan pada 2011 turun menjadi 79 penderita dengan tiga pasien meninggal dunia.
( Ant / CN27 / JBSM )