
SEMARANG, suaramerdeka.com - Menjelang hari raya Imlek 2563 yang jatuh pada, Senin (23/1) mendatang, berbagai persiapan dan pembersihan kelenteng sudah terlihat di wilayah Pecinan Semarang. Persiapan kelenteng tersebut meliputi, pembersihan altar, pemasangan lampion, serta mempersiapkan kelengkapan sembahyang.
Wakil Ketua Yayasan Kelenteng Ling Hok Bio Gang Pinggir 110 Semarang Subagyo Prasetio mengatakan, pihaknya sudah turun temurun melakukan pembersihan kelenteng tujuh hari sebelum Imlek.
Berdasarkan kepercayaan Tionghoa, Selasa (17/1) merupakan hari kenaikan para dewa atau Toa Pe Kong, untuk itu perlu persiapan sedini mungkin untuk menyambut Toa Pe Kong yang diyakini akan turun empat hari setelah Imlek. "Kami melakukan sembahyang pagi tadi, umat yang datang kemudian bergotong royong membersihkan kelenteng," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Subagyo menjelaskan, selain merayakan Imlek, masing-masing yayasan kelenteng pasti mempunyai hari besar sesuai dengan patung dewa atau yang diletakkan di kelenteng. Berdasarkan data, Kelenteng Ling Hok Bio mempunyai lima dewa diantaranya, Dewa Bumi, Welas Asih, Rejeki, Kesehatan, dan Dewa Keadilan.
"Kami akan merayakan peringatan ulang tahun Dewa Bumi atau Hok Tek Cin Sin sebagai tuan rumah kelenteng pada, Rabu-Kamis (22-23/2) mendatang," jelasnya.
Sementara itu, humas Yayasan Tjie Lam Tjay Semarang Eko Wardojo menuturkan, untuk membersihkan kelenteng pihaknya telah menyerahkan tugas tersebut pada penjaga yang telah ditunjuk. "Kami tidak melibatkan umat, pembersihan kelenteng sudah dilakukan turun temurun oleh penjaga yang bertugas," ungkapnya.
Pantauan di lapangan, semua kelenteng di wilayah Pecinan Semarang serentak melakukan pembersihan, hanya saja penetapan waktunya saja yang berbeda. Selain pembersihan kelenteng, beberapa kegiatan juga dipersiapkan pihak yayasan untuk menyambut Imlek 2563.
( Ranin Agung / CN34 / JBSM )