
MUNTILAN, suaramerdeka.com - Bank Jateng dan PNPM Mandiri Perkotaan membina sebanyak 170 pelaku Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) di sekitar Kota Muntilan. Mereka diharapkan bisa berkembang dan menjadi UMKM yang bangkable atau layak didanai bank.
Koordinator Kota (Korkot) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Muntilan Yustina Tri Wahyuni mengatakan bahwa bahwa ke-170 UMKM tersebut bergerak di berbagai bidang seperti kerajinan, makanan ringan dan lainnya. "Mereka selama ini sudah kita bina dan sudah diberikan pinjaman modal dari PNPM antara Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta setiap pelaku usaha. Bagi yang berhasil kita arahkan agar dapat pinjaman lebih besar dari KUR Bank Jateng," kata Yustina.
Meski pinjaman tergolong kecil namun perputaran uang ke-170 UMKM tersebut tergolong yakni sebesar Rp 500 juta. Yustina mengatakan dala kelolaan setiap tahun terus mengalami peningkatan. Instruktur dalam pelatihan ini adalah Pim Capem Bank Jateng Muntilan Tri Haryono, kemudian Among Kurnia Ebo dari Enterpreneur University dan Imam Baskara dari Change Center. Pelatihan ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkreasi.
Pim Capem Bank Jateng Muntilan Tri Haryono mengatakan bahwa pihaknya menyediakan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 3 milyar untuk pengusaha mikro di sekitar Kota Muntilan. Bunga KUR ini ditentukan sebesar 14 persen untuk ritel dan 22 persen untuk mikro.
Haryono mengatakan pelatihan kewirausahaan ini mengambil tema "Rahasia Kaya Berwirausaha." Tema ini dipilih untuk memberikan motivasi usaha dan membuka wawasan para pelaku usaha kecil dan menengah. "Kami siap memfasilitasi mereka untuk mendapat pinjaman KUR," kata dia.
Kepala Desa Gunungpring Iryanto menambahkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk warganya. Pasalnya, selain mendapat ilmu, mereka juga akan mendapatkan kemudahan untuk mencari pinjaman dari bank. Menurut Iryanto Pemdes Gunungpring tengah giat mengembangkan wisata religi. Di lokasi ini banyak berdiri usaha kuliner, ritel, kerajinan dan lainnya. "Kami harapkan pelatihan ini bisa meningkatkan wisata religi agar bisa berkembang sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," kata dia.
( MH Habib Shaleh / CN34 / JBSM )