
JEPARA, suaramerdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero mulai mengoperasikan dua kapal pengangkut batubara total senilai 56 juta dolar AS untuk menambah pasokan batubara. Kapal panamax yang diberi nama KM Kartini Baruna dan KM Kartini Samudra tersebut mampu memasok 6,8 persen kebutuhan batubara untuk seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN.
Direktur Utama PT PLN Persero Nur Pamudji mengatakan, dua kapal tersebut memiliki kapasitas hingga 3,4 juta ton dalam setahun untuk mengangkut batubara. Kapal yang dioperasikan oleh PT Bahtera Adi Guna, anak perusahaan PT PLN tersebut, sekali angkut mampu membawa 75.000 ton batubara.
"Tujuan utama dioperasikannya kedua kapal ini adalah untuk mengamankan pasokan batubara di PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4 yang mencapai 3,4 juta ton per tahun," katanya usai meresmikan pengoperasian KM Kartini Baruna dan KM Kartini Samudra di PLTU Tanjung Jati B Desa Tubananan, Kembang, Jepara, Senin (16/1).
Menurut Nur, ke depan PLN akan sangat membutuhkan kapal-kapal besar jenis panamax dengan kecepatan minimal 13 knot untuk mengangkut batubara. Pasalnya, tahun ini PLN memprediksi kebutuhan pasokan batubara mencapai 50 juta ton. "Bahkan dalam waktu lima hingga enam tahun ke depan, jumlah kebutuhan batubara akan naik dua kali lipat yakni 100 juta ton," ujarnya.
Selama cuaca buruk seperti saat ini, PLN menjamin pasokan batubara tetap aman. Gelombang tinggi di perairan sama sekali tak mengganggu jadwal pengiriman batubara. PLN sudah menyiapkan antisipasi dengan memperbanyak stok batubara sebelum memasuki musim baratan yang biasanya terjadi pada Januari.
"Stok di masing-masing PLTU sudah cukup. PLTU Tanjung Jati unit 1 dan 2 memiliki stok hingga 30 hari, sedang unit 3 dan 4 punya stok batubara hingga 40 hari. Jika seandainya terjadi sesuatu, maka PLTU masih bisa bertahan selama stok masih ada," tuturnya.
PLTU Tanjung Jati memiliki empat unit pembangkit dengan kapasitas produksi 4 x 660 megawatt (MW) atau memasok sekitar 10 persen dari kebutuhan listrik di Jawa dan Bali. Unit 4 baru saja dioperasikan 1 Januari 2012 lalu. "Selanjutnya kami siap membangun PLTU baru di Batang dengan kapasitas 2 x 1.000 MW," katanya.
( Fani Ayudea / CN27 / JBSM )