
ISLAMABAD, suaramerdeka.com - Sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan bom rakitan di dekat iring-iringan warga Syiah di Kota Khanpur, Pakistan, Minggu (15/1). Selain itu, bom juga mencederai 30 orang lainnya.
Menurut pejabat kepolisian setempat, bom yang dikendalikan dari jarak jauh itu ditanam di dekat sebuah tiang listrik. Bom diledakkan saat kelompok massa Syiah itu mendekat.
"Ada ledakan keras beberapa yard dari pawai itu dan kami semua bergegas menjauh. Puing ada di mana-mana dan awan debu menelan kami. Banyak orang tewas di lokasi kejadian," kata Imran Iqbal, salah seorang peserta iring-iringan itu.
Pawai muslim Syiah sering diserang oleh kelompok-kelompok gerilya Sunni yang berhaluan keras, yang menganggap mereka menyimpang dari Islam. Iring-iringan itu dilakukan untuk peringatan Arbain, yang menandai 40 hari setelah Asyura yang memperingati pembunuhan Imam Hussein, salah satu tokoh suci Syiah, oleh tentara Kalifah Yazid pada 680 sesudah Masehi.
Selama puluhan tahun pertikaian berdarah terjadi antara mayoritas Sunni dan minoritas Syiah, yang mencapai sekitar 20 persen dari penduduk Pakistan. Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al-Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.
Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.
( Ant / CN31 )