
SEMARANG, suaramerdeka.com - Seorang pedagang pakaian, Dami (41) melaporkan tindak asusila yang dilakukan terhadap anaknya ke Polrestabes Semarang, Minggu (15/1) pagi. Warga Sri Widodo Utara, Purwoyoso, Ngaliyan itu melaporkan teman sekaligus tetangganya sendiri, Sunarto (45).
Peristiwa pencabulan dilaporkan terjadi pada Jumat (13/1) pukul 12.00 di rumah korban. Dami yang sedang shalat Jumat meninggalkan putrinya, sebut saja namanya Cahaya (11), bersama pembantunya, Wulansari. Ketika rumah sedang sepi itulah Sunarto datang dan langsung mengajak bocah kelas 5 SD itu ke kamar.
Pencabulan itu terungkap dari penuturan Cahaya sendiri. Malam setelah kejadian, istri Dami curiga melihat anaknya menangis sambil memegang bagian dadanya. Ketika dicek, dada Cahaya bengkak seperti bekas remasan. "Saat ditanya, anak saya menjawab bahwa itu tadi siang habis dipegang-pegang sama pakde (pelaku)," katanya.
Kesaksian itu diperkuat keterangan Wulansari. Diceritakan Wulan, ketika itu dirinya sedang di kamar untuk menidurkan anak bungsu Dami yang masih balita. Beberapa saat setelah Cahaya pulang sekolah, ada ketukan di pintu. "Saya kira bapak tapi ternyata temannya bapak(Sunarto) itu," ungkap pembantu yang baru 4 bulan kerja ini.
Wulan tidak menaruh curiga karena Sunarto memang sudah sering berkunjung ke rumah. Ia pun kembali masuk kamar. Tapi beberapa saat kemudian terdengar teriakan dari korban. Wulan kaget lalu lari ke kamar dan mendapati korban sedang menangis dengan mulut dibekap tangan pelaku. "Saya panik, berteriak-teriak meminta dia melepaskan kakak (panggilan korban). Setelah lepas, saya tarik bawa ke luar. Sedangkan orang itu (pelaku) langsung pergi," katanya.
Mendapat cerita itu, Dami langsung lemas. Ia tak menyangka pria yang sudah setahun dikenalnya itu tega berbuat bejat pada anaknya. Dami memang warga pendatang yang baru setahun pindah dari tempat asalnya di Ciracas, Jakarta Timur.
Karena itu ia ramah pada setiap tetangga yang berkunjung ke rumah sekaligus toko pakaian itu. "Setiap dia minta main ke rumah saya persilahkan. Kalau toko tutup dia sering maen terus ngobrol-ngobrol dirumah," ujar Dami. Kasus ini mendapat perhatian Polrestabes Semarang yang langsung menindaklanjuti dengan menjadwalkan pemeriksaan terlapor.
( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM )