
SEMARANG, suaramerdeka.com - Polisi belum berhasil menangkap pelaku pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Evik Teri Aranggara (bukan Ovik Arangga seperti tertulis sebelumnya) (19) warga RT 2 RW 5, Dukuh Cabean Kidul, Sidorejo. Karangawen. Evik tewas dengan luka tusuk di punggung dalam bentrok antara suporter Panser Biru dan SNEX di Jalan Brigjen Sudiarto, depan Apple Karaoke, Sabtu (14/1) malam.
Sampai hari ini polisi masih memeriksa para saksi untuk mengetahui identitas pelaku. "Kami masih periksa saksi-saksi atas insiden itu, jumlah saksi ada lima orang, mereka berasal dari SNEX dan warga melihat insiden tawuran tersebut," kata Kompol Yudi Arto Wiyono, Kapolsek Pedurungan, hari ini (15/1).
Menurut Yudi, pihaknya masih kesulitan mengidentifikasi pelaku karena keterangan para saksi belum merujuk pada satu identitas pasti. Meski mengetahui insiden berdarah itu, namun saksi tidak mengetahui siapa saja yang terlibat pengeroyokan.
"Keterangan saksi menyebutkan, korban tewas akibat dipukul dengan pentungan dan tusukan senjata tajam, kami masih dalami keterangan saksi-saksi yang ada, ini untuk mengetahui titik terang pelaku, mohon bersabar, kiranya bisa terungkap," tambahnya.
Yudi menjelaskan, insiden yang terjadi di jalan itu merupakan lanjutan dari insiden di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (14/1) sore. Di stadion, sempat terjadi bentrok dengan korban di pihak Panser Biru. Meski usai insiden, kedua kelompok pendukung PSIS itu sudah didamaikan, rupanya pihak Panser Biru masih menyimpan dendam.
"Tawuran di Jalan Majapahit, itu semacam lanjutan dari tawuran sebelumnya, kita sempat bubarkan, namun ternyata pindah lokasi, kedua belah pihak masih punya dendam," ungkapnya.
Kapolsek menyatakan pihaknya sudah memanggil koordinator dua supporter fanatik itu sebagai langkah antisipasi agar persoalan tidak semakin keruh. "Koordinator dua belah pihak sebenarnya tidak mempunyai masalah. Yang terlibat tawuran itu suporter yang masih kecil-kecil," ungkapnya.
Ratusan suporter Panser Biru dan SNEX terlibat tawuran di tiga titik usai pertandingan PSIS-PSIR Rembang, Sabtu (14/1) malam. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dan empat luka-luka yang seluruhnya dari pihak SNEX.
( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM )