
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek, perajin kue keranjang di Kota Yogyakarta intens meningkatkan produksi. Bahkan persiapan sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya.
"Kue keranjang ini khas, karena dibuatnya khusus hanya saat perayaan Imlek," ujar Wati (45), pengusaha kue keranjang di Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Minggu (15/1).
Berdasarkan pengalaman, pesanan kue keranjang biasanya akan mencapai puncak pada H-3 nanti. Untuk harga, menurut dia, masih relatif sama dengan tahun kemarin, yakni Rp 30.000 per kilogram. Kemasan tiap kilo berisi satu sampai empat buah kue.
Wati mengaku mulai mempersiapkan produksi sejak tiga bulan lalu. Tiap harinya, dia memproduksi rata-rata 500 buah kue keranjang dalam berbagai ukuran. Keseluruhan kapasitas produksi itu dibuat dari bahan baku sekitar 200 kilogram tepung ketan, dan gula.
Produk dari tempat usahanya tidak hanya dipasarkan di wilayah Yogyakarta, tapi juga luar daerah seperti Magelang, Kebumen, Solo dan Jakarta. Pesanan kebanyakan berasal dari perusahaan, dan toko. "Perorangan juga ada, tapi tidak dominan. Yang paling banyak dari perusahaan dan toko," imbuhnya.
Oleh pemesan, kue yang dipercaya bisa mendatangkan rezeki itu, biasanya akan dibagikan lagi kepada orang lain, seperti kerabat, teman dan kolega. Dalam tradisi Tionghoa, kue keranjang merupakan simbol ungkapan syukur atas rezeki, dan hubungan antar sesama yang harmonis.
( Amelia Hapsari / CN31 / JBSM )