
DEMAK, suaramerdeka.com - Isak tangis keluarga mewarnai pemakaman Evik Teri Aranggara (19), warga RT 02 RW 05, Dukuh Cabean Kidul, Sidorejo, Karangawen. Evik tewas setelah dikeroyok sejumlah orang yang diduga merupakan suporter PSIS Semarang Panser Biru di depan Apple Karaoke Jalan Brigjen Sudiarto dan pertigaan Manunggal Jati, Sabtu (14/1) malam sekitar pukul 19.00.
Ratusan pelayat mengiringi prosesi pemakaman. Hadir dalam dalam prosesi tersebut sejumlah rekan korban di Snex Korwil Karangawen dan Penasihat Pengurus Pusat Snex, Agus Junianto.
Evik, panggilan akrab korban merupakan anak kedua dari pasangan Ngadiyono (39) dan Kastinah (37) yang dikenal sebagai anak yang penurut dan pendiam.
Ngadiyono, ayah korban mengatakan, anak keduanya itu memang pecinta PSIS. "Hujan deras ia tetap nekat berangkat menonton PSIS. Padahal, jarak rumah dan Stadion Jatidiri sangat jauh," kata Ngadiyono yang tak henti-hentinya mengucap istighfar.
Dia sempat syok dan tak percaya anak laki-laki satu satunya itu meninggal dunia akibat dikeroyok oleh suporter. "Isteri saya pingsan saat mendengar kabar itu. Saat ini masih belum bisa bicara," ujar dia.
Jenazah Evik sampai ke rumah keluarga pada Minggu (15/1) pagi sekitar pukul 05.00 dan setelah itu langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah duka pada pukul 10.30.
( Krisnaji Satriawan / CN31 / JBSM )