
TEGAL, suaramerdeka.com - Puluhan rumah di Desa Balapulang Kulon, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, rusak disapu angin puting beliung, Jumat (13/1) malam. Selain itu, ratusan pohon jati di wilayah Kesatuan Pemangku Hukum (KPH) Balapulang juga tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi di lapangan, angin puting beliung yang disertai hujan lebat berhembus dari arah utara. Angin tersebut hanya berselang sekitar lima menit. Dua rumah warga rusak akibat tertimpa pohon. Selain itu, angin kencang juga memporak-porandakan pohan jati yang berada di sebelah selatan perumahan warga.
Hingga siang ini, kerusakan rumah warga sudah diperbaiki secara gotong royong. Sedangkan, pohon jati yang tumbang telah bersihkan dan diamankan.
"Kami ketakutan dengan suara gemuruh angin dan genteng yang beterbangan," kata Dukri (73) warga RT 06 RW 03.
Dukri menuturkan, angin yang bergerak memutar itu hanya berlangsung sekitar lima menit. Saat keluar rumah, sebuah pohon pete menimpa atap belakang rumahnya. Pohon itu juga menimpa atap belakang rumah milik Roisah (48).
Sementara itu, genteng rumahnya sebagian besar terbawa angin. "Di RT 06 ada enam rumah yang atapnya rusak. Namun, mereka sudah memperbaikinya," terangnya.
Kepala Desa Balapulang Kulon, Atjep Fidyas SIP menjelaskan, pihaknya bersama Muspika Kecamatan Balapulang telah mengecek lokasi dan melakukan pendataan. Rumah rusak yang diterjang angin puting beliung mencapai 45 rumah. Kerusakan rumah warga rata-rata gentengnya terbawa angin kencang itu.
"Kami akan mengajukan ke Pemkab untuk mendapatkan bantuan bencana bagi rumah yang rusak," katanya.