
SEMARANG, suaramerdeka.com - Stok dan pasokan bahan pangan di Karimun Jawa diperkirakan bertahan hingga 10 hari ke depan. Mengenai kondisi cuaca ekstrem yang tidak bisa diperkirakan, Camat Karimun Jawa Nuryanto saat dihubungi Suara Merdeka, Jumat (13/1) mengaku sudah melakukan pantauan
mengenai stok pangan yang dimiliki warga. Dari hasil survei, masing-masing kepala keluarga (KK) masih punya persediaan sekitar 15 kg-20 kg. Begitu pula dengan keberadaan warung yang jumlahnya sekitar 20 di masing-masing pulau masih berkisar
sekitar 15 ton.
Dengan jumlah 2.700 KK serta 10.217 jiwa, stok pangan yang ada diperkirakan masih mencukupi hingga 10 hari ke depan. Nuryanto menjelaskan, pelayaran khusus untuk kapal penumpang seperti KMP Muria ataupun kapal cepat hingga kini memang masih belum diperbolehkan berlayar.
"Angin masih berkisar 12 knot-17 knot dan gelombangnya juga sangat tinggi sehingga belum ada yang berlayar. Apalagi cuaca ekstrem juga sulit diperkirakan, kadang berangkat masih bagus tiba-tiba baru berapa jam layar jadi buruk seperti terjadi awal pekan ini," jelasnya.
Kendati kapal penumpang berhenti berlayar, tetapi menurut Nuryanto, ada sejumlah kapal nelayan yang juga masih pergi ke Jepara untuk membeli barang kebutuhan. Pihaknya juga mengimbau biro perjalanan untuk tidak membawa wisatawan dulu hingga awal Maret agar turis tidak tertahan di pulau akibat gelombang besar.
( Modesta Fiska / CN26 / JBSM )