
SEMARANG, suaramerdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selalu mentahbiskan sebagai partainya wong cilik dan akan terus berupaya konsisten mengawalnya untuk bisa mendapatkan hak-haknya.
Sebab, ideologi partai sangat jelas, yakni sebagian besar perjuangannya untuk wong cilik. Seperti halnya ketika bencana alam terjadi di sejumlah daerah, PDIP pun komitmen untuk membantu korban musibah tersebut.
Bantuan berupa sembako maupun tenaga dari kader partai itu dikerahkan untuk membantu korban bencana longsor Brebes, banjir di Magelang dan Wonosobo. Ketua DPD PDIP Jateng Murdoko mengatakan, bantuan tenaga ini dikerahkan untuk membantu reruntuhan akibat longsor maupun kotoran akibat banjir. "Kami komitmen untuk membantu rakyat, salah satu caranya melalui kepala daerah yang diusung PDIP dan anggota legislatif di provinsi maupun kabupaten/ kota," katanya.
Dari 35 kabupaten/ kota, sebanyak 17 kepala daerah di antaranya merupakan kader PDIP. Menurut dia, partainya ini lahir dari rahim rakyat sehingga akan selalu memperjuangkan dan memuliakan hak-hak mereka. Fakta yang ada, Jateng relatif masih belum sejajar dengan provinsi lain di Pulau Jawa. Keadaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh komponen partai, termasuk bupati/ wali kota dari PDIP. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk mewujudkan harapan rakyat.
Menurut Murdoko, perkembangan politik akhir-akhir ini menunjukan gejala yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Indikasi yang menonjol adalah semakin tingginya ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. Secara kasat mata, ini terjadi pada kasus-kasus terkini seperti di Bima, Nusa Tenggara Timur dan pembunuhan di Mesuji, Lampung. Selain itu, kaum buruh, petani, dan nelayan pun berada dalam tingkat kemiskinan yang tinggi. Hal itu menjadi bukti mereka masih terabaikan.
( Royce Wijaya / CN34 / JBSM )