
KLATEN, suaramerdeka.com - Purwanti (34) warga Dukuh Danguran, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan ditemukan tewas gantung diri di kusen pintu kamarnya, Kamis (12/1). Namun, belum diketahui alasan ibu satu anak asal Sragen itu mengakhiri hidupnya.
Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian itu diketahui pertama kali oleh ibu mertua korban Jumiyati (50) yang tinggal bersebelahan, pukul 07.00 WIB. Saat itu, anak semata wayang korban Aldo (3) menemui neneknya, minta diantar ke belakang. Jumiyati kemudian masuk ke rumah korban dan mendapati menantunya sudah dalam keadaan tewas mengenaskan. Sedangkan Yuliyanto (30) suaminya, masih dalam keadaan tertidur di kamar. Kontan saja kejadian itu membuat geger warga sekitar.
Jenasah korban tergantung dengan selendang batik warna merah muda di rumah berukuran 3 x 5 meter milik kakak suaminya. Warga yang datang langsung melihat jenasah masih tergantung. Pihak keluarga dan RT segera menurunkan jenasah. "Saya sama sekali tak menyangka, tadi malam masih guyon-guyon dan beli makanan di dekat rumah," kata Agus tetangga korban.
Suroto SSos petugas Puskesmas Klaten Selatan yang datang bersama Ketua RT mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari ciri-ciri yang tampak, petugas memastikan korban murni bunuh diri.
Menurut Darminah (47) bibinya yang tinggal berdekatan, Purwanti terbiasa bangun pukul 03.00 WIB dan mencuci pakaian, saat suaminya masih tidur. Dia tak mengetahui bila ada masalah yang membebaninya hingga mengambil jalan pintas. "Orangnya sumeh dan periang, saya nggak nyangka kok bisa kejadian seperti ini," kata Darminah.
Kapolsek Kota AKP Heru Setyaningsih dan anggota melakukan pemeriksaan jenasah bersama dr Endang dari Puskesmas Klaten Selatan. Namun, hingga siang ini, polisi belum bisa memastikan motif tindakan bunuh diri tersebut.
( Merawati Sunantri / CN33 / JBSM )