
BLORA, suaramerdeka.com – Pihak sekolah diminta membuat klinik ujian nasional (UN) yang dibuka di sela-sela jam istirahat belajar di sekolah. Dalam klinik itu para guru menjawab pertanyaan para siswa terkait seluk beluk ujian nasional.
"Jadi, waktu yang ada dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyiapkan diri menghadapi ujian nasional," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Slamet Pamuji, melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen), Marsono, Kamis (12/1).
Marsono menyatakan pihaknya telah menggelar sosialisasi UN, belum lama ini yang bertujuan agar hasil UN siswa di Blora nantinya lebih maksimal. Sosialisasi dihadiri para kepala sekolah SMP/sederajat, kepala SMA/sederajat serta kepala UPTD Disdikpora Kecamatan.
Marsono yang juga ketua panita UN Blora mengemukakan pihaknya tahun ini menargetkan prosentase kelulusan siswa SMA/sederajat dalam UN sebesar 98 persen, SMP 99 persen dan SD 99 persen. Target tersebut antara lain didasarkan pada prosentase kelulusan siswa tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai di atas 98 persen.
Pergantian sejumlah kepala sekolah belum lama ini diharapkan berdampak positif bagi tingkat kelulusan siswa di sekolah masing-masing. "Mudah-mudahan target itu bisa terealisasi," katanya.
Didampingi Sekretaris Panitia UN Blora, Mujo Sugiyono, Marsono menyatakan untuk menyiapkan diri menghadapi UN dan hasilnya optimal, pihaknya telah membuat konsep dan diharapkan dilaksanakan oleh setiap sekolah. Setiap sekolah diminta mengadakan pemantapan melalui les sore hari untuk para siswanya.
Selain itu juga menambah jam pelajaran terutama yang diujikan dalam UN. "Selain itu kami kumpulkan guru mata pelajaran UN untuk sharing soal-soal ujian UN," ujarnya.
( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )